Baznas Jateng Fasilitasi 50 Difabel Dilatih Keterampilan Bengkel Motor

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng KH Ahmad Darodji mewawancarai Ahmad Syafii, difabel asal Kabupaten Demak usai pembukaan Pelatihan Pemberdayaan Kaum Disabilitas Bidang Mekanik Motor di SMKN Jateng Jalan Brotojoyo Semarang. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Disnakertrans dan SMKN Jateng, melatih 50 orang penyandang cacat fisik atau difabel se-Jateng dengan keterampilan perbengkelan mekanik motor.

Pelatihan selama empat hari, dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berlangsung di aula SMK Negeri Jateng Jalan Brotojoyo Semarang, Selasa (12/10) lalu.

Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, selama empat hari para penyandang cacat itu dilatih dengan keterampilan bengkel mekanik motor. Di antara para pesera bahkan sudah menjadi pengusaha yang melayani pembuatan motor modifikasi khusus untuk kaum disabel.

Dalam dialog langsung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mereka memohon bantuan satu unit alat bubut untuk memproduksi sejenis krup dan komponen mesin. Beberapa peserta yang sudah menjadi pengusaha motor modifikasi antara lain Syafii Ahmad dari Demak, Bambang Magelang dan Budiyanto dari Solo. Bambang bahkan mengaku sudah membuka praktik perbengkelan khususnya pembuatan modifikasi motor selama 10 tahun.

Mereka merasa senang mendapat fasilitas dari Baznas untuk mengikuti pelatihan tersebut. Apalagi pada kesempatan itu Kiai Darodji yang juga Ketua Umum MUI Jateng membantu para peserta masing-masing satu unit kursi roda, alat perbengkelan dan alat tambal ban.

Meningkat

Kiai Darodji didampingi Pelaksana Bidang Pelatihan Tenaga Kerja Fakir dan Miskin, Rajimin menjelaskan, pelatihan untuk kaum disable tersebut sudah direncanakan lama. Namun karena pandemi Covid-19 sehingga tertunda dan baru bisa dilaksanakan.

‘’ Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan mereka,’’ kata Kiai Darodji. Meski pelatihan bengkel dan mekanik motor, para peserta ada yang berlatar belakang pengusaha kuliner dan souvenir cendera mata.

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, bagi para penyandang cacat fisik atau yang lebih sering disapa kaum difabel, untuk mengendarai sepeda motor memang dirasa cukup menyulitkan. Namun, di era modern seperti saat ini hal itu bukanlah menjadi halangan. Karena kaum disabilitas masih dapat melakukan aktivitas, terutama menggunakan sepeda motor. Caranya adalah dengan melakukan modifikasi sepeda motor khusus kaum difabel.

‘’Pemerintah Provinsi akan membantu dan memfasilitasi yang menjadi kesulitan mereka,’’ kata Ganjar.

Modifikasi sepeda motor yang dilakukan untuk kaum difabel ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin beraktivitas dengan leluasa. Karena bagaimanapun juga, kaum difabel memiliki hak untuk mengendarai sepeda motor.

Hadir pada kesempatan itu para pimpinan Baznas Jateng yaitu Drs H Zain Yusuf MM, Dr H Rozihan MAg, Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan dan KH Solihul Huda.
Modifikasi sepeda motor untuk kaum difabel yang sudah popular yaitu sepeda motor roda tiga, sepeda motor dengan sespan yaitu menambah sespan atau bak tambahan di sisi kanan atau kiri sepeda motor dan sepeda motor dengan setang di sespan. st