BPH Migas dan PPSDM Migas Gelar Pelatihan Operator SPBU di Jawa Tengah

Pelatihan operator SPBU di Jateng diikuti 300 peserta. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – Kebutuhan tentang bahan bakar bensin dan solar saat ini meningkat seiring dengan maraknya penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia. Hal ini mengakibatkan banyaknya pendirian SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum) yang menyediakan bahan bakar minyak (BBM).

SPBU ini menyediakan bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat luas. Di Indonesia, ada empat distributor menjual produknya di SPBU, antara lain Pertamina(Indonesia), AKR (Indonesia), Shell (Belanda), dan Total (Prancis).

Pemerintah melalui BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Migas) yang bekerja sama dengan PPSDM Migas (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi) bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan para operator SPBU yang mumpuni.

Hal ini juga dijelaskan oleh salah satu pemimpin pelatihan Operator SPBU ini, Risdiyanta bahwa kolaborasi antara BPH Migas dan PPSDM Migas ini menyasar untuk masyarakat umum yang bekerja sebagai operator SPBU.

“Tujuannya jelas ya untuk menciptakan petugas pengisian BBM di SPBU yang sesuai dengan standar pelayanan dan keselamatan kerja di bidang minyak dan gas bumi. Operator yang kompeten tentunya akan membuat pelaku bisnis merasa tenang begitu juga para konsumen karena akan tercipat perasaan aman dan nyaman selama proses pengisian BBM,” terangnya.

Pelatihan yang dimulai pada tanggal 3 Agustus dan 4 Agustus 2021 ini dilakukan secara daring dengan lima kelas yang berlokasi di Semarang, Purwokerto, Solo, Tegal dan Pekalongan yang diikuti oleh 300 orang peserta.

Risdi menjelaskan bahwa pelatihan yang diadakan selama dua hari ini membahas tentang cara pengoperasian peralatan pengisian meliputi penggunaan dispenser dan nozzle. Di sisi lain kesehatan dan keselamatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan di SPBU, teknik penggunaan APAR untuk pemadaman awal kebakaran di SPBU juga hal yang sangat urgent untuk diketahui bagi para operator ini.

Selain itu identifikasi BBM dan menjaga kualitas BBM selama penyimpanan dan penyaluran kepada konsumen juga menjadi concern dalam pelatihan ini, sehingga konsumen selalu puas terhadap pelayanan SPBU.

“Goal akhirnya adalah para operator ini untuk mengukur kompetensi pekerja dibidang operasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 246 Tahun 2008 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Operasi SPBU,” tutup Risdi. yds