Bupati Tegal Umi Azizah (berkerudung hijau) membantu warga lansia menaiki perahu karet yang ditumpanginya saat melakukan peninjauan lokasi banjir di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi. Foto: Humas Pemkab Tegal

TEGAL (Jatengdaily.com)- Bupati Tegal Umi Azizah mengusulkan normalisasi sungai ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Usulan tersebut ia sampaikan saat berkomunikasi dengan orang nomor satu di Jawa Tengah usai meninjau lokasi banjir di Desa Sidakaton dan Desa Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi, Selasa (23/11/2021) siang.

Usai menghadiri acara Slawi Investment Business Forum (SIBF) 2021, Umi bertolak menuju lokasi banjir. Dalam tinjauannya yang didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati, Umi mengatakan bahwa banjir di sejumlah titik di Kabupaten Tegal ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi pada Senin (21/11/2021) malam.

Volume limpasan air hujan yang sudah tinggi sejak di bagian hulu tidak tertampung oleh saluran primer seperti sungai di bagian hilir, sehingga limpasan air hujan di sini pun tidak bisa masuk ke sungai karena penuh dan bahkan meluap.

“Kami turut prihatin dengan musibah ini. Mudah-mudahan warga yang terdampak banjir diberi kemudahan dan kesehatan. Semoga banjirnya lekas surut sehingga warga bisa beraktifitas kembali,” kata Umi.

Mensikapi fenomena atau siklus banjir besar ini, Umi mengimbau warga selalu waspada dan memperhatikan lingkungan sekitar. “Jika ada selokan yang mampat, segera dibersihkan supaya air bisa mengalir lancar sembari kami berupaya menormalisasi sungai lewat usulan ke provinsi,” pesannya.

Lebih lanjut Umi menyarankan jika ada keluhan sakit dari warganya bisa segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dirinya pun sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan Puskesmas Dukuhturi.

“Jika ada warga yang sakit karena terdampak banjir dan butuh obat-obatan akan segera ditangani. Meskipun dari laporan yang masuk belum ada warga yang mengeluhkan sakit akibat banjir ini,” jelas Umi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan jika pihaknya sudah membuka dapur umum di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tegal.

“Begitu kami mendapatkan laporan kejadian banjir, kami langsung koordinasi dengan kawan-kawan Tagana (Taruna Tanggap Bencana) dan relawan PMI. Alhamdulillah, sampai siang ini kita ada 3.000 bungkus nasi terdistribusi ke korban banjir,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan nasi bungkus, Dinas Sosial juga memberikan paket sembako berupa beras, minyak sayur, telor dan beberapa kebutuhan lainnya. she