Lokakarya Nasional yang diselenggarakan Sekolah Pasca Sarjana Prodi S2 atau Magister Ilmu Lingkungan (MIL). Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Ketua Sustainable Development Goals (SDG’s) Center Universitas Diponegoro (UNDIP) Dr Drs Amirudin MSi mengatakan, langkah untuk melokalkan SDG’s di Jateng butuh jejaring kemitraan.

‘’Posisi kemitraan harus dikembangkan oleh pemerintah  dalam membangun, tidak mungkin single. Namun dalam bentuk konsolidasi. Dan kemitraan itu, bukan hanya sekedar  Memorandum Of Understanding (MoU) atau penandantangan kerjasama, namun tindakan nyata bersama-sama sesuai dengan porsinya masing-masing. Jika jejaring kemitraan terbetuk dengan bagus, akan mendukung, program-program  yang terintergasi dalam misi SDG’s,’’ jelasnya, dilansir undip.ac.id

Dia mengatakan hal itu, saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Nasional bertajuk Pelokalan Tujuan Pembangunan (TPB) pada Kebijakan, Rencana, Program Pengelolaan Lingkungan di Daerah, yang diselenggarakan Sekolah Pasca Sarjana Prodi S2 atau Magister Ilmu Lingkungan (MIL), secara daring.

Hadir sejumlah pemateri yakni Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ir Edison Siagian, Sekjen The United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Dr Bernadia Irawati Tjandradewi, Dr Lilin Budiati SH MM yang merupakan dosen Sekolah Vokasi UNDIP, dan Reza Muzzamil Jufri, mahasiswa MIL UNDIP. Hadir sebagai moderator adalah Prof Dr Ir Sri Puryanto (sesi I) dan Dosen Pascasarjana MIL UNDIP Prof Dr Ir Slamet Budi Prayitno MSc (sesi II).

Adapun materi yang dibawakan Amirudin  adalah berjudul Urgensi Jejaring Kerja Lintas Kelembagaan dan Program untuk Pelaksanaan TPB di Jateng

Lebih  lanjut menurutnya, program kemitraan mengarah menuju pencapaian yang berkualitas. Ini terealisasi dalam gerakan bersama untuk mengembangkan potensi lokal. Yakni, bukan hanya sektor infrastruktur, namun bagaimana mampu mempertajam sektor-sektor pengembangan potensi lokal.

‘’Jadi, bagaimana Pemprov Jateng dan kabupaten/kota di Jateng bisa mendefinisikan di setiap wilayahnya untuk memilki program prioritas yang jadi utama untuk dicapai,’’ jelasnya.

Adapun bentuk programnya mulai dari perekonomian, lingkungan, sosial dan lainnya. Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, misalnya adalah dengan membuat program yang menciptakan bagaimana para pelaku UMKM bisa naik kelas.

Membangun jejaring kerja dan kemitraan menurutnya, antara pemerintah, akademisi, fillatropi dan bisnis, termasuk mencari sumber pembiayaan non APBN atau non APBD.

‘’Di Jateng pola setting atau pengaturannya akan beragam di  masing-masing daerah. Jadi, yang jadi prioritas  di masing-masing daerah berbeda-beda,  soal kesehatan, pendidikan, lingkungan, gender, sosia dan lainnya,’’ jelasnya.

Mewujudkan komitmen pencapaian SDG’s dan penerjemahan agenda SDG’s global, nasional, ke pembangunann  di level provinsi, kabupaten/kota dan desa/kelurahan. ‘’Ini dilakukan bersama-sama untuk mencapai target SDG’s,’’ jelasnya.

Jadi menurutnya,  jejaring kerja lintas kelembagaan dan program harus kuat dibangun. Hal ini misalnya menyankut faktor pembiayaan pembangunan dan partisipasi sejumlah pihak dalam pelaksanaan pembangunan.

Lebih lanjut menurutnya, posisi kemitraan bisa sebagai jalan  dalam membangun, sehingga perlu diwujudkan dalam forum komunikasi. Kemitraan bukan sekedar mutual understanding tetapi mutual practice sesuai potensi kelembagaan dan kapasitasnya.

Kemitraan juga penting untuk menjamin terintegrasinya program dalam misi yang sama, gerakan bersama. Sedangkan berbagai good practice menunjukkan arah kemitraan bukan sekedar memberi tetapi create share value menuju SDG’s yang lebih berkualitas.

Diakui, saat ini partisipasi pihak-pihak lokal belum maksimal, namun masih didominasi pemerintah. Namun berbagai daerah sudah banyak yang menjalankan program kemitraan untuk menuju tercapainya SGD’s. ‘’Urgensi kemitraan bagus, karena gerakan bersama baik dilakukan dengan memberdayakan potensi lokal,’’ jelasnya. she 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here