By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kemenag Jateng Imbau Ibadah Natal 2021 Secara Hybrid
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemenag Jateng Imbau Ibadah Natal 2021 Secara Hybrid

Last updated: 9 Desember 2021 16:08 16:08
Jatengdaily.com
Published: 9 Desember 2021 16:08
Share
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng Mustain Ahmad. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengimbau kepada umat Katolik dan Kristiani untuk melaksanakan ibadah Natal 2021 secara Hybrid. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kerumunan di tempat ibadah. Sehingga bisa menekan penyebaran virus COVID-19 di wilayah Jateng.

“Karena masih dalam keadaan pandemi, ibadah natal tahun ini akan dilaksanakan secara Hybrid. Ada yang di rumah, ada yang di gereja,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng Mustain Ahmad, Kamis (9/12/2021).

Para pengelola dan pengurus gereja setuju untuk menaati peraturan yang sudah dibuat oleh Pemerintah Pusat. Pihaknya memastikan mereka memahami teknis aturan tersebut jika sudah terbit nantinya.

“Untuk aturan teknisnya kami masih menunggu dari Kemenag Pusat. Namun tetap aturan dari Kemenag nanti tidak jauh dari Inmendagri yang ada,” ungkapnya.

Beberapa hal teknis yang akan diterapkan saat pelaksanaan ibadah Natal 2021. Peraturan yang paling mencolok terkait kapasitas jamaah yang hadir di tempat ibadah.

“Gereja hanya diisi maksimal 50 persen jamaah dari kapasitas tempat. Kemudian yang tidak kalah penting terkait protokol kesehatan (prokes). Pengurus gereja wajib menyediakan tempat cuci tangan, penerapan protokol kesehatan ketat,” ungkapnya.

Selain itu, penggunaan aplikasi Pedulilindungi juga harus diaktifkan untuk jemaah yang mendapat jadwal ibadah di gereja. Selanjutnya ibadah Natal 2021 dilaksanakan secara Hybrid.

“Ibadah Natal dilaksanakan secara hybrid. Ada yang di gereja tokoh-tokoh agama, kemudian diikuti oleh jemaah yang ada di rumah,” tuturnya.

Mustain berharap ibadah Natal 2021 bisa dilaksanakan secara khidmat dan nyaman. Meskipun kondisi saat ini belum bisa meriah seperti tahun-tahun sebelum terjadi pandemi COVID-19.

“Sekali lagi ini untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19, dan semoga dengan upaya ini COVID-19 segera berakhir,” tandasnya. adri-yds

You Might Also Like

Ganjar Siap Dampingi Buruh Sampaikan Aspirasi ke Pusat
Tinjau SPKLU Bandung, Dirut PLN Pastikan Seluruh Infratruktur EV Siap Layani Masyarakat 24 Jam
Pengunjung Puncak Borobudur Dibatasi
Pada Juli 2024, 6.000 PNS Bakal Pindah ke IKN
Hadapi Musibah dengan Sabar, Pesan KH Hanif Ismail dalam Kajian Nashoihul Ibad di MAJT
TAGGED:hybridKemenag Jatengnatal 2021pandemi Covid-19
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?