Demak PPKM Level 2, Bupati Minta Masyarakat Tak Lengah

Bupati dr Hj Eisti'anah bersama Forkompimda Kabupaten Demak, komitmen bersinergi dan bergotong-royong membangkitkan masyarakat dari keterpurukan pasca-covid. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Tahun 2021 ini adalah tahun kedua bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan di masa.pandemi corona. Memang memprihatinkan. Namun putus asa bukan solusi, karena mengisi kemerdekaan harus dengan perjuangan.

Usai memimpin upacara peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI , Bupati dr Hj Eisti’anah menyampaikan, kabar gembira setelah menerapkan dua kali PPKM Darurat dan berlanjut dengan PPKM Level 4, Kabupaten Demak yang sebelumnya masuk zona merah dan level 4, kini telah berada pada level 2.

“Alhamdulillaah berkat kerja keras kita semua Kabupaten Demak saat ini berada pada level 2. Namun karena berbatasan dengan Kota Semarang, maka masih mengikuti peraturan PPKM Level 4,” ujarnya, Selasa (17/8/2021).

Namun demikian masyarakat Kota Wali diimbau tidak lengah. Protokol kesehatan wajib selalu diterapkan, karena virus corona belum benar-benar sirna dari bumi ini. Pun vaksinasi belum mencapai target untuk dapat terwujud herd imunity.

Sebagaimana disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76, masyarakat tidak sendiri menghadapi COVID-19. Pemerintah bersama elemen lainnya akan bersama atasi hidup yang berat selama pandemi.

Termasuk mengurusi dan mengasuh anak yatim yang tiba-tiba dan terpaksa harus kehilangan orang tua mereka yang meninggal dunia karena terpapar virus corona. “Kami sudah melakukan pendataan, dan di Kabupaten Demak ada sekitar 294 anak yatim yang tak lagi memiliki orang tua karena meninggal akibat COVID-19,” ujar bupati.

Maka Bupati Eisti’anah mengajak masyarakat membantu mereka dalam hal pendidikan sekaligus mendampingi mereka meraih masa depan. “Ayo gotong-royong bahu membahu menghadapi dan mengatasi COVID-19. Meningkatkan kesejahteraan dengan kedaulatan dan kemandirian di berbagai sektor,” tuturnya.

Senada disampaikan Kapolres AKBP Budi Adhy Buono. Menurutnya, merdeka saat ini dapat dimaknai lebih luas, khususnya pada saat situasi pandemi covid-19. “Kita harus dapat merdeka dari virus covid-19. Kita bangsa Indonesia harus saling bahu membahu untuk melawan COVID-19, dengan bersama-sama mematuhi protokol kesehatan, khususnya 6M,” kata kapolres.

Dengan adanya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, maka dapat menjadi langkah awal Indonesia sigap dan tanggap dalam menjaga stabilitas Negara. Di samping itu, merdeka juga dimaknai sebagai kemampuan menyikapi perubahan paradigma saat ini.

Sehingga berhasil survive dalam menghadapi setiap permasalahan, khususnya pada aspek kesehatan, ekonomi, sosial dan juga keamanan selama pandemi. Mengembangkan potensi-potensi sumber daya yang ada.

Termasuk mengelola kearifan lokal oleh generasi muda. Khususnya Demak yang berbasis pertanian, petani-preneurs adalah sebuah peluang pekerjaan baru yang akan sangat diminati dan dapat mensejahterakan rakyat banyak.

“Sehingga menjadi peluang terciptanya lapangan pekerjaan, penyokong aspek-aspek kehidupan masyarakat lainnya, hingga terwujudnya Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” tandas Kapolres Budi Adhy Buono. rie-yds