DPRD Dorong Percepatan Pembangunan Tol ‘Segitiga Emas’

Ketua Komisi D, Alwin Basri, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono dan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY, Stanley Cicero, berbicara progres tol segitiga emas. Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Hingga medio September 2021 ini, progres pembangunan jalan tol Solo-Jogja maupun Jogja-Bawen sampai pada tahap pengadaan tanah. Sedangkan untuk Tol Jogja-Bawen pada tahap pengadaan tanah berkisar 12,84 persen dan Tol Solo-Jogja mencapai 26 persen, yang mana pekerjaan fisik ditarget sudah selesai pada 2023.

Untuk mendorong percepatan pembangunan jalan tol tersebut, DPRD Jateng terus mengawal pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen. Keberadaan jalan tol di segitiga emas ini disebut akan memberikan keuntungan bagi Jateng untuk sektor perekonomian dan pembangunan fisik.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan Jogja-Solo-Semarang merupakan segitiga emas. Lantaran terdapat banyak industri, maka perlu didorong untuk memperlancar distribusi dan transportasi.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri menjadi narasumber progres pembangunan tol Bawen-Jogja dan Solo-Jogja. Foto:ist

“Dengan lebih mudahnya akses dan efisiennya distribusi, maka akan meningkatkan perekonomian,” ujar Alwin dalam Dialog Prime Topic DPRD Jateng bertema Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja dan Bawen-Jogja di Hotel Noormans Kota Semarang, Kamis (16/09/2021).

Hadir dua narasumber lainnya adalah Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono dan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY, Stanley Cicero.

Dalam progresnya, Alwin meminta semua pihak untuk membantu percepatan pembangunan tol ini, termasuk pada pemerintah daerah kabupaten dan kota, lantaran imbas positifnya juga akan dirasakan masyarakat.

Alwin mengatakan secara keseluruhan, mulai dari yang telah existing hingga perencanaan, Komisi D DPRD Jateng mengawal 12 ruas tol yang melintas di Jateng. Terdiri atas lima ruas yang telah beroperasi yakni Pejagan-Pemalang (58 km), Pemalang-Batang (39 km), Batang-Semarang (75 km), Tol Kota Semarang (25 Km), Semarang-Solo (73 km ), Solo-Ngawi (39 km).

Kemudian jalan tol Semarang-Demak (26,7 km) yang saat ini tahap konstruksi, Tol Jogja-Bawen (76 km) dan Solo-Jogja sampai Bandara Kulon Progo (97 km) yang masih pengadaan lahan.

Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (206 km) tahap lelang, Tol Pejagan-Cilacap serta tol Cilacap-Jogja tahap perencanaan. Serta Tol Demak-Rembang (90 km) juga tahap perencanaan.

“Tol Demak-Rembang ini juga paling ditunggu, sebagai sambungan tol Semarang-Demak. karena Semarang-Rembang ini jalan paling crowded, banyak industri dan satu-satunya jalan yaitu jalan nasional,” kata Alwin.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY, Stanley Cicero mengatakan keberadaan tol itu akan mempermudah akses.

Di antaranya menuju bandara dan wilayah lain yang berada di sekitar Solo, Kulonprogo dan Semarang. Jalan tol Solo-Jogja dan Jogja Bawen masuk dalam prioritas nasional dan diharapkan selesai pembangunan fisik pada 2023 dan beroperasi di tahun 2024.

Dalam proses desain, katanya, memang harus berganti dan berulang kali. Alasannya, saat sudah ditentukan trase dan akan digarap ternyata di lokasi tersebut ditemukan situs, maka trase mesti harus bergeser.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya PRovinsi Jateng, AR Hanung Triyono menyampaikan pihaknya ikut berperan dalam pembangunan jalan tol baik pra maupun pascapembangunan. Prapembangunan, misalnya membantu dalam proses pembebasan lahan.

Tahap pascapembangunan, pihaknya akan meng-update atau membuat jalan pintas (shortcut) jalan-jalan yang berhubungan langsung dengan exit maupun pintu tol ke titik-titik strategis di daerah. Hal itu untuk memberikan kemudahan akses bagi daerah-daerah yang dilalui.st