Polisi mengamankan TKP bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Foto: Istimewa/Polda

MAKASSAR (Jatengdaily.com)- Pelaku pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sumatera Utara (Sumut) adalah dua orang, yakni berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.  

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan kepada wartawan menjelaskan, jika setelah diakukan cek tempat kejadian perkara (TKP),  dan  mencari informasi saksi mata ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua.

Menurutnya, Tim Inafis dan DVI dan Puslabfor Polda Sulsel telah mengumpulkan serpihan tubuh pelaku di sekitar lokasi kejadian. Dua pelaku diduga kuat teridentifikasi laki-laki dan perempuan, dan masih dalam tahap identifikasi.

Jenazah mereka hancur dan berserakan di lokasi TKP. Jika yang laki-laki, masih nampak dari potongan kepalanya. Sedangkan yang perempuan masih diidentifikasi, karena hancur.

Sedangkan untuk warga masyarakat yang mengalami luka-luka ada tercatat sejauh ini ada 20 orang. Mereka dirawat di tiga rumah sakit berbeda, yakni RS Bhayangkara, Siloam dan Akademis.

Seperti Diketahui, ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat Gereja Katedral, yang berlokasi di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, ini tengah beribadah.

Mereka yang menjadi korban atas peristiwa itu ada yang merupakan petugas keamanan, jemaat, dan warga sekitar yang berada di sekitar lokasi.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, pihak densus 88 akan mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri itu dengan 19 teroris asal Sulsel yang ditangkap pada Januari awal tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya segera memburu dalang aksi di balik peristiwa ini.  Sigit, menegaskan Polisi tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Bahkan, pihaknya menerjunkan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. ‘’Kami terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Ini sebagai bentuk  komitmen dari Polri untuk memberangus para jaringan-jaringan teroris tersebut,’’ jelasnya.

Di satu sisi, dia menegaskan, agar masyarakat jangan panik. Sebab, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memburu dalangnya. Polisi juga diterjunkan untuk berjaga di wilayah tersebut. She