By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Empat Kecamatan di Kabupaten Semarang Rawan Bencana Tanah Longsor
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Empat Kecamatan di Kabupaten Semarang Rawan Bencana Tanah Longsor

Last updated: 27 Januari 2021 21:32 21:32
Jatengdaily.com
Published: 27 Januari 2021 21:32
Share
Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto menyerahkan bantuan sosial kepada warga korban bencana, di aula Kantor BPBD setempat, Rabu (27/1/2021). Foto:Diskominfo
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Memasuki puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mewaspadai terjadinya bencana tanah longsor.

Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto menjelaskan, intensitas hujan yang semakin tinggi pada Januari 2021, menyebabkan 12 kejadian tanah longsor.

“Sampai akhir Januari ini, sudah ada 19 bencana. Dan sebagian besar tanah longsor,” terangnya, di sela-sela penyerahan bantuan sosial kepada warga korban bencana, di aula Kantor BPBD setempat, Rabu (27/1/2021).

Dijelaskan, berdasarkan catatan kejadian beberapa tahun, ada empat kecamatan yang termasuk kategori sangat rawan terjadi bencana tanah longsor, yakni Kecamatan ​ Banyubiru, Sumowono, Jambu, dan Ungaran Timur.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Heru, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh camat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, potensi bencana banjir juga mengancam wilayah di seputaran Rawa Pening di Bawen, Tuntang, Ambarawa dan Banyubiru.

“Warga yang berada di daerah rawan longsor maupun rawan banjir, kita minta untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Terkait bantuan sosial bagi korban bencana, Heru menjelaskan, bantuan yang diserahkan berkisar Rp3 juta hingga Rp10 juta, sesuai dengan tingkat kerusakannya. Bantuan tersebut bersifat stimulan, untuk memperbaiki kerusakan rumah atau materi lainnya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap, para korban bencana tabah menghadapi musibah. “Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Semarang kepada warga yang membutuhkan,” ungkapnya usai menyerahkan bantuan.

Wabup juga meminta, seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, guna menghindari terjadinya musibah maupun kerugian karena bencana alam.

Penerima bantuan, Nuryadi (28), akan memanfaatkan dana bantuan untuk memperbaiki atap rumahnya yang rusak diterjang angin ribut. st

You Might Also Like

Sebanyak 1.757 Anggota KPPS Pilkada 2024 di Kecamatan Terpadat di Kabupaten Demak Dilantik
Peringati HLH Se-Dunia, Semen Gresik Gelar Revegetasi di Area Reklamasi Tambang Pabrik Rembang
Cegah Banjir Demak Kembali Terjadi, Gerindra Jateng Siap Tarung Lewat Jalur Politik
Perkuat Kerjasama Internasional, Undip Kirim Lulusan ke Jepang, Siap Menembus Pasar Kerja Global
Fokus Perangi Corona, Tradisi Dugderan Sambut Ramadan Ditiadakan
TAGGED:Bencana tanah longsorempat kecamatan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?