Drone Sprayer Sekar Agri yang merupakan produk utama di bidang pertanian. Foto: dok

YOGYA (Jatengdaily.com)–Sejumlah permasalahan di Indonesia mulai dari kemacetan dan polusi udara, infrastruktur yang kurang baik, penanganan tanggap darurat yang lambat, serta kinerja petani yang semakin tertinggal mendorong Frogs Indonesia untuk menawarkan solusinya.

Berbasis di Yogyakarta, dalam kurun waktu tiga tahun Frogs Indonesia berhasil menghasilkan terobosan baru dengan menghadirkan Passenger Drone Frogs 282, drone penumpang pertama dari Indonesia.

Dalam perkembangannya, penyedia  jasa untuk sektor industri pertanian  dalam membantu petani untuk  mengoptimalkan hasil pertanian dengan mengenalkan UAV (Unmaned Aerial Vehicle) pesawat tanpa awak yang dapat menggantikan tenaga manusia dan meningkatkan efisiensi pertanian ini,  berhasil memproduksi teknologi drone di bidang lainnya, seperti Sprayer Drone, Surveillance Drone, dan Cargo Drone.

Dirut Frogs Indonesia Arso Nasiri dalam siaran persnya, meyakini kebutuhan akan aplikasi drone diprediksi semakin meningkat seiring dengan perkembangan Industri 4.0. Meningkatnya penggunaan Internet of Things (IoT) dan transportasi umum yang mudah akan membuat Frogs Indonesia semakin diminati pasar.

‘’Dengan permasalahan yang ada, salah satunya kinerja petani yang semakin tertinggal. Kami  juga percaya bahwa penggunaan teknologi (drone) di bidang pertanian akan meningkatkan produktivitas dan kemakmuran petani sekaligus menyuplai kebutuhan pangan dunia,’’ jelasnya.

Menurutnya, pihaknya menciptakan drone Sprayer Sekar Agri yang merupakan produk utama di bidang pertanian. Sesuai namanya, drone ini berfungsi untuk menyemprot atau spraying secara efisien dan hemat. Drone Sprayer Sekar Agri produksi Frogs Indonesia memiliki tiga tipe yaitu Sekar Agri 10, 16, dan 20, dengan perbedaan kapasitas 10 liter, 16 liter, dan 20 Liter.

Dilengkapi dengan dua (2) buah nozzle (pipa semprot) pada Sekar Agri 10, dan empat (4) nozzle pada Sekar Agri 16 dan Sekar Agri 20, jangkauan Drone Sprayer Sekar Agri Frogs Indonesia mampu mencapai 4-6 meter persegi, dan mampu memecah cairan pestisida dalam tanki menjadi butiran mikron sehingga cairan pestisida terserap optimal pada tanaman.

‘’Keunggulan ketika menggunakan drone Sprayer Sekar Agri dibandingkan dengan metode semprot manual yang biasa dilakukan saat ini adalah yang pertama, penyemprotan menggunakan Drone Sprayer Sekar Agri dapat dilakukan 10Ha/hari, sedangkan metode semprot manual hanya dapat melakukan penyemprotan 0,3-1Ha/harinya.

‘’Di satu sisi, penyemprotan menggunakan Drone Sprayer Sekar Agri dapat beradaptasi dengan segala kontur tanah dan jarak antar tanaman. Sedangkan metode semprot manual terdapat keterbatasan dengan kondisi lahan dan jarak antar tanaman. Sedangkan penyemprotan menggunakan Drone Sprayer Sekar Agri sudah dilengkapi dengan software untuk menyimpan data hasil kerja. Sebaliknya,  data penyemprotan dengan metode semprot manual tidak dapat tersimpan dengan baik,’’ katanya. She