Habib Umar Al Muthohar akan Hadiri Istighotsah Puncak HSN di MAJT

Ketua Panitia H Isdiyanto dan sejumlah sesepuh MAJT mengikuti rapat panitia HSN ke-7 tahun 2021 di MAJT, Senin (27/09/2021). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Habib Umar dipastikan akan menghadiri istighotsah pada puncak Hari Santri Nasional (HSN) ke-7 tahun 2021 yang akan digelar 22 Oktober 2021 di Masjid Agung Jawa Tengah. Pengasuh Ponpes  Al Madinah Cepoko Gunungpati Semarang ini akan menyampaikan mauidoh hasanah. Sedangkan istighotsah akan dipimpin oleh takmir MAJT yang juga pengasuh Ponpes Al Islah Mangkangkulon, KH Hadlor Ikhsan.

Ketua Panitia Pelaksana HSN MAJT, H Isdiyanto Isman SIP menyatakan, meski saat ini masih dalam suasana pandemi Covid 19, Peringatan Hari Santri ke-7 akan dilaksanakan semeriah mungkin, namun tetap dalam bingkai protokoler kesehatan (prokes). Bahkan panitia akan menghadirkan Habib Umar sebagai magnet dalam Peringatan Hari Santri Nasional di MAJT.

”Sebelum istighotsah digelar akan dilakukan upacara Hari Santri yang akan diikuti seluruh pegawai Masjid terbesar kebanggaan Jateng ini, serta mengundang ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Semarang,” jelas H Isdiyanto didampingi Sekretaris Panitia Ahsan Fauzi SSos, Selasa (28/09/2021).

Menjelang pelaksanaan puncak HSN di MAJT, panitia menggelar rapat di MAJT. Hadir dalam rapat itu antara lain, panitia pengarah yang juga Sekretaris PP MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg, Drs KH Hadlor Ikhsan, seksi ziarah Drs H Eman Sulaiman MH, koordinator upacara HSN, Drs H Istajib AS, seksi Mujahadah Setiawan Hendra Kelana SKom, seksi pelatih paskibra Choirul Ulil Albab MKom, dan sejumlah panitia lainnya.

Pada upacara puncak HSN tersebut juga akan menggema seruan resolusi jihad yang dibacakan Drs H Istajib AS. Resolusi jihad telah ditetapkan pada 22 Oktober 1945. HSN ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015, di Masjid Istiqlal Jakarta, merujuk peristiwa bersejarah, keluarnya seruan dari Pahlawan Nasional, KH Hasyim Asy’ari yang berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Isdiyanto menambahkan, serangkaian peringatan HSN akan diawali berbagai kegiatan di antaranya melakukan ziarah ke makam pendiri NU, salah satunya ke makam KH Hasyim Asy’ari di Jombang. Dijadwalkan ziarah dilaksanakan pada 18 Oktober. Bahkan para sesepuh dan para ulama di Semarang, lanjut Isdiyanto, sudah menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama melakukan ziarah ke Jombang.

Pelatih Paskibra, Choirul Ulil Albab MKom menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah personel yang akan bertugas upacara HSN di MAJT, 22 Oktober mendatang. ”Meskipun masih dalam suasana pandemi, gaung hari santri harus menggema sebagai era kebangkitan santri di MAJT. Paling tidak menjelang pelaksanaan HSN pasukan paskibra terus berlatih hingga malam hari,” ujar Ulil.

Ketua Pengelola Pelaksana MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA mengakui, mengingat situasi pandemi Covid-19, penyelenggaraan peringatan HSN di MAJT hanya melibatkan internal para sesepuh, pengurus dan karyawan. “Kami tidak mengundang pejabat, para pengasuh pondok pesantren juga tokoh masyarakat, karena pembatasan berkerumun dari penerapan Protokoler Kesehatan Covid-19,” tegas Prof Noor Ahmad.st