Hari Tani, Warga Salatiga Terima Bibit Tanaman Sayuran

Warga Salatiga menerima bibit tanaman sayuran. Foto: ist

SALATIGA (Jatengdaily.com) – Menyambut Hari Tani Nasional masyarakat Kota Salatiga dapatkan bibit tanaman sayuran dari Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa Tengah, Paguyuban Bumbon Tampo Tumbas dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Salatiga.

Pembagian bibit tanaman sayuran ini merupakan tahap kedua yang diberikan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan membantu perekonomian masyarakat terutama di masa pandemi COVID-19 dan dalam rangka menyambut hari tani nasional.

Dewan Pembina Paguyuban Bumbon Tanpo Tumbas, Hartoko Budhiono menambahkan situasi pandemi COVID-19 berimbas pada pengurangan aktivitas di luar rumah dan mengharuskan untuk bekerja di rumah atau work from home bahkan ada yang di rumahkan.

“Melihat situasi itu kami memutar otak agar masyarakat punya aktivitas selama di rumah dan juga membantu masyarakat yang terdampak perekonomiannya”, kata Hartoko atau yang akrab dipanggil Mas Adi, Minggu (26/9/2021).

Baca Juga: Sehatnya Pertanian, Sejahteranya Petani (Hari Tani 24 September 2021)

Dari sana, muncul idenya untuk membagikan bibit tanaman sayuran dan mengajak masyarakat melakukan urban farming. Urban farming ini adalah sistem pertanian di perkotaan bagi masyarakat yang tak punya sawah.

Dengan adanya pembagian bibit tanaman sayuran ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi COVID-19.

“Hasilnya akan bisa dirasakan. Masyarakat bisa panen cabai, terong dan sayuran lain. Makanya ketika harga cabai mahal ratusan ribu per kilo gram, masyarakat sudah tidak mikirin biaya beli cabai”, imbuh Mas Adi.

Ketika sudah diberikan, bibit tanaman sayuran ini diharapkan agar dijaga dan dibesarkan sehingga hasilnya nanti bisa dirasakan.

“Tahap pertama sudah didistribusikan ke 15 RT, dan untuk hari ini yaitu tahap kedua pendistribusiannya ke 20 RT di Salatiga”, kata Syukur Fahruddin, Ketua API Jawa Tengah

Alasan kenapa dilanjutkan tahap distribusi pembagian bibit kedua karena melihat pendistribusian tahap pertama dirasa sukses. Indikator keberhasilannya ibu-ibu yang menerima bibit mampu memelihara dan mengembangkan secara mandiri.

Iko Darmawan, Kader FPPI Salatiga, mengatakan selain pendistribusian bibit tanaman sayuran, masyarakat juga didampingi agar bisa berkembang dan menjadi alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonominya

“Pendampingan tersebut tidak hanya sampai sebatas pemberian bibit saja namun sampai panen dan menjual produknya”, kata Iko. yds