Hari Tanpa Tembakau Sedunia; Perokok Aktif Tertinggi di Jateng, Menengah ke Bawah

Ilustrasi.

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Jawa Tengah, Sofyan Budi Raharjo mencatat 35 ribu orang meninggal akibat rokok setiap tahunnya. Jawa Tengah menempati peringkat ke tiga.

“Jadi dari data riset kesehatan tertinggi secara nasional pertama Yoyakarta, ke dua Jawa Barat, Jawa Tengah. Kalau penduduk Jateng 35 juta setiap tahunnya, ada 35 ribu yang meninggal,” kata Sofyan Budi Raharjo saat dikonfirmasi, Senin (31/5/2021).

Dia menyebut angka perokok aktif paling tinggi di Jawa Tengah terbanyak disumbangkan dari kelas ekonomi bawah. “Jadi mereka rata-rata kurang paham tentang kesehatan paru,” ungkapnya.

Penyakit akibat rokok tembakau tidak hanya di saluran nafas, namun juga berdampak pada semua organ. Misalnya organ jantung, otak, ginjal sampai pencernaan.

“Efek dari asap rokok tembakau ini bisa ke seluruh tubuh tidak hanya ke saluran nafas hingga mengakibatkan kematian jika dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dengan menghindari dan berhenti rokok. Serta mewujudkan Indonesia bebas asap rokok.

“Memang sulit untuk bisa berhenti merokok. Tapi perlu adanya kesadaran untuk hidup bebas asap rokok,” pungkasnya. adri-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here