Hengky Supit Dedikasikan Mini Album Nathalie untuk Mendiang Sang Istri

Hengky Supit. Foto:sb

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Kepergian untuk selamanya orang yang kita cinta tidak harus terus diratapi, tapi harus dijadikan inspirasi untuk bisa segera move on. Hal itulah yang dialami Hengky Supit, penyanyi rock era 80-an yang kini menetap di Belanda.

“Siapa yang nggak sedih ditinggal belahan jiwa, tapi saya nggak mau berlarut-larut. Kesedihan saya, lebih baik saya tuangkan dalam syair lagu,” ujar Hengky saat menggelar Jumpa Pers Peluncuran mini albumnya yang diberi label Nathalie.

Kepergian sang istri menghadap sang khalik, oleh Vokalis Terbaik’ Festival Rock Indonesia ke VI versi Loz Zhelebour di tahun 1991 ini dijadikan monumen untuk terus mengenangnya dengan lagu-lagu yang bersyairkan, curhatan dirinya soal mendiang sang istri tercinta

Dalam kurun waktu enam bulan Hengky Supit, telah melahirkan Mini Album Solonya, bertajuk, Nathalie. “Mini album ini terdiri dari 5 lagu, saya membuatnya dengan konsep yang simpel, asik buat akustikan, mengingat suara saya sudah tidak seperti dulu. Semua ini saya dedikasikan untuk almarhumah Nathalie, istri saya, sebagai sebuah memorabilia yang akan dikenang selamanya,” jelas Hengky, yang melibatkan sejumlah sahabat musisinya di Amsterdam, termasuk Didik Sucahyo, bassist dari Elpamas, yang juga sudah lama menetap di Belanda.

ALL I WANNA DO, adalah single perdana, yang diandalkan oleh Hengky dan publisher, CD Baby Amerika untuk menjadi ‘International Hit Single’. “Lagu All I Wanna Do, saya tulis bersama Nathalie beberapa tahun sebelum ia wafat. Nathalie sangat fasih dalam sastra Inggris, maka saya percayakan ia menulis lirik. Dan lagu bernuansa pop ini pas untuk selera universal di mancanegara,” beber

Hengky mengungkapkan kalau dirinya sudah mencoba meninggalkan dunia musik dan menjadi orang kantoran. .“Saya telah mencoba berhenti bernyanyi, dan berkarir sebagai orang kantoran di Amsterdam. Namun 3 bulan setelah mendiang istri saya wafat, adrenalin saya kembali bergejolak, hingga tercetus ide membuat mini album dengan konsep musik yang simple, bernuansa pop dan sedikit sentuhan musik era 90-an,” pungkas Hengky Supit. sb–st