SEMARANG (Jatengdaily.com) – Program Studi (Prodi), S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang didirikan tahun 2010 dengan SK Kemendiknas No 1938/D/T/2009, dan terakreditasi A, tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi yang membuka program serupa di Indonesia.

Diantara keunggulan tersebut, adalah memiliki Jurnal Izumi, yang merupakan satu-satunya jurnal bahasa, sastra  dan budaya Jepang di Indonesia yang telah terakreditasi oleh Science and Technology Index (SINTA) Periode 3. Jurnal ini bahkan menjadi jujukan dosen dan peneliti untuk menulis di dalamnya.

Ketua  Program Studi (Kaprodi) S1, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, FIB UNDIP, Budi Mulyadi SPd MHum mengatakan, bila dibandingkan dengan Prodi serupa di Universitas ternama lainnya, pihaknya bisa bersaing, termasuk salah satunya adalah dalam hal penerbitan jurnal.

‘’Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang  FIB UNDIP sudah memiliki jurnal bahasa, sastra, dan budaya Jepang, dengan nama Jurnal Izumi. Dimana jurnal ini, satu-satunya jurnal bahasa, sastra  dan budaya Jepang yang sudah terakreditasi oleh Science and Technology Index (SINTA) Periode 3,’’ jelasnya, Selasa (23/2/2021).

Jurnal Izumi menurutnya, yang bisa diakses di lIn : https://ejournal.undip.ac.id/index.php/izumi/index sudah ada sejak tahun 2013. ‘’Saat ini kami sedang berusaha meningkatkan Jurnal Izumi menjadi SINTA 2. Jurnal ini sangat terkenal di kalangan dosen dan pengajar bahasa Jepang di seluruh Indonesia. Terbukti dengan banyaknya, artikel-artikel yang dikirim dari universitas lain, khususnya para dosen atau peneliti di Indonesia,’’ jelasnya.

Untuk publish sendiri, setiap tahunnya adalah dua kali. Masing-masing adalah untuk periode Januari sampai Juni dan Juli sampai Desember.

‘’Sekali publish, karena kita harus mengikuti aturan akreditasi, maka ada sedikitnya delapan sampai 10 artikel, dimana sebagian besar artikel berasal dari luar UNDIP,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk bisa masuk dalam jurnal ini, sangatlah ketat. Artikel yang dikirim harus  menggunakan bahasa Inggris atau Jepang. Ketatnya aturan, berpedoman pada aturan Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti).

‘’Ada tim dari dewan  redaksi  jurnal yang terdiri dari para ahli, yakni revieur atau tim penilai yang mumpuni yang menyeleksi artikel-artikel yang masuk. Pasalnya tidak semua artikel bisa tayang di jurnal ini. Hanya yang sudah memenuhi standard an persyaratan, maka akan ditayangkan,’’ jelasnya. 

Sedangkan sampai saat ini selama tujuh tahun, ada sedikitnya 140-an artikel  para dosen dan peneliti baik itu dari dalam UNDIP maupun luar UNDIP yang sudah dipublish  oleh  Jurnal  Izumi. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here