Prof. Wiku Adisasmito saat menjadi pembicara dalam 6th ICENIS yang diselenggarakan UNDIP. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, DVM., M.Sc., Ph.D  menjadi salah satu nara sumber dalam  6th International Conference on Energy, Environment, Epidemiology, and Information System (6th ICENIS) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP), Rabu (4/8/2021).

Dalam acara yang dibuka oleh Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. tersebut, Prof Wiku membawakan materi berjudul “The Impacts of Covid-19 Pandemic on Water, Environment, Energy, Information System, and Strategies for Their Adaptation and Mitigation.”

Indonesia menurutnya, saat ini sedang menghadapi tantangan nasional dan global yang berasal dari perubahan penggunaan lahan, mobilitas global, bencana buatan manusia, kehilangan keanekaragaman hayati, polusi air, perubahan iklim, bencana alam, dan epidemic penyakit menular.

Adapun empat penyakit menular yang menimpa Indonesia (termasuk dunia), pada 16 tahun terahir ini adalah Flu Babi atau A(H1N1) PDM09, Flu Burung atau H7N9, penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus (MERS-COV), dan COVID-19. Untuk COVID-19, sendiri sampai saat ini masih menjadi pandemi.

‘’Menyikapi kondisi ini dibutuhkan  konsep satu kesehatan dalam kehidupan yakni meliputi kesehatan manusia, kesehatan hewan dan lingkungan,’’ jelasnya.

Menyikapi pandemi COVID-19 saat ini menurutnya, pemerintah melakukan upaya Bersatu Melawan COVID-19, dengan strategi implementasi ketahanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pandemi COVID-19 memang menjadi masalah yang masih diatasi bersama warga dunia, dimana  jutaan penduduk dunia saat ini telah terpapar virus. Ini menjadi peringatan dini sebagai ancaman di masa depan

Pemerintah Indonesia pun melakukan kerjasama dengan sejumlah negara sebagai satu jaringan laboratorium kesehatan. Dengan visinya adalah penguatan kolaborasi dan kapasitas laboratorium untuk mengidentifikasi dan mendeteksi Emerging Infectious Diseases (EID) dan Penyakit Zoonosis

Sedangkan misi penguatan kapasitas laboratorium kolaborasi adalah menghubungkan Laboratorium Pemerintah Indonesia untuk memerangi EID dan Zoonosis.

Di satu sisi, pemerintah Indonesia juga telah dan terus melakukan penguatan di dalam negeri, dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Diantaranya, adalah dengan membangun Jaringan Laboratorium Multisektor Nasional yakni dengan cara Pemerintah Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempromosikan dan memprakarsai penetapan kebijakan nasional Jaringan Laboratorium Satu Kesehatan untuk pengendalian Emerging Infectious and Zoonotic Diseases yang efektif.

Melakukan diagnosti dan rujukan. Hal ini merupakan sistem pengawasan dengan cara memulai sistem diagnostik, rujukan, dan surveilans terpadu untuk Penyakit Zoonosis untuk memastikan respons yang cepat menggunakan pendekatan One Health

Menetapkan Kebijakan Nasional Manajemen Risiko Hayati dan Pengendalian Bahan Hayati dengan cara bermitra antara Pemerintah Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempromosikan dan memprakarsai penetapan kebijakan nasional tentang manajemen risiko hayati, pengendalian bahan biologis, dan agen terpilih untuk memerangi  Bio-Crime, dan Bioterorisme.

Prof. Wiku juga mengingatkan, dalam melawan COVID-19, masyarakat Indonesia harus selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, istirahat dengan cukup, tetap tenang, dan makan makanan bergizi. she