By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ketimpangan Pengeluaran Jawa Tengah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanSorot

Ketimpangan Pengeluaran Jawa Tengah

Last updated: 15 Maret 2021 16:03 16:03
Jatengdaily.com
Published: 15 Maret 2021 16:03
Share
SHARE

Oleh: Ir Laeli Sugiyono MSi
Statistisi Ahli Madya
pada BPS Provinsi Jawa Tengah

KONSEP sejahtera umumnya bersifat abstrak, karena banyak faktor yang mempengaruhi dan apabila diringkas menjadi satu dimensi tunggal dapat diwakili oleh angka kemiskinan. Selain dengan angka kemiskinan kesejahteraan juga bisa diukur dengan ketimpangan distribusi pendapatan penduduk yang dikenal dengan angka indeks gini rasio.

Akan tetapi dalam praktiknya sulit untuk mengukur tingkat pendapatan penduduk karena jawaban responden bersifat bias, oleh karena itu biasanya didekati dengan mengukur tingkat pengeluaran penduduk. Dengan demikian ketimpangan pengeluaran biasanya dirujuk untuk penyusunan indeks gini rasio.

Indeks ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pengeluaran) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Koefisien Gini (Gini Ratio) ini menunjukkan derajat ketidakmerataan distribusi pengeluaran penduduk.

Nilai rasio Gini berada pada rentang 0 dan 1. Nilai angka rasio yang semakin besar bahkan mendekati angka satu menunjukkan semakin tinggi tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk suatu wilayah.

Angka gini rasio Jawa Tengah Maret 2020 tercatat sebesar 0,362 lebih tinggi dari September 2019 (0, 358) maupun Maret 2019 (0,361). Naiknya angka gini rasio selama tahun 2020 patut diduga karena dampak pandemi COVID-19, yang telah memporakpondakan perekonomian dan struktur sosial lainnya.

Tingkat Kemiskinan
Demikian pula tingkat kemiskinan penduduk Jawa Tengah Maret 2020 tercatat sebesar 3.980,90 ribu orang atau 11,41 persen. Naik dari keadaan Maret 2019 yang tercatat sebesar 3.743,23 orang atau 10,80 persen maupun September 2019 sebesar 3.679,40 ribu orang atau 10,58 persen.

Dampak pandemi COVID-19 lebih besar melanda wilayah perdesaan daripada perkotaan. Ini terbukti angka kemiskinan Jawa Tengah di wilayah perdesaan tercatat sebesar 2.175,25 ribu orang atau 12,80 persen lebih tinggi dari wilayah perkotaan sebesar 1.805,65 ribu orang atau 10,09 persen.

Berbeda dengan meningkatnya kemiskinan di wilayah perdesaan Jawa Tengah, justru ketimpangan pengeluaran penduduk perkotaan tercatat lebih tinggi daripada perdesaan. Ini bisa dimaklumi karena dampak pandemik ini lebih memperburuk pendapatan golongan miskin daripada mereka yang tergolong masyarakat mampu di wilayah perkotaan.

Pola pengeluaran masyarakat mampu cenderung stagnan tidak berubah, sebaliknya pola pengeluaran masyarakat miskin menyusut sejalan dengan penurunan pendapatannya.

Angka gini rasio Maret 2020 Jawa Tengah wilayah perkotaan tecatat 0,385 naik dari keadaan Maret 2019 (0,383) maupun September 2019 (0,379). Sedangkan angka gini rasio wilayah perdesaan Maret 2020 tercatat 0,319 masih lebih tinggi dari Maret 2019 (0,318) maupun September 2019 (0,315).

Perbedaan karakteristik kemiskinan dan ketimpangan tersebut menjadi masukkan bagi Pemerintah dalam menyikapi dan menangani dampak Pandemik Covid-19. Perbedaan perlakuan tidak mustahil terjadi manakala fakta lapangan menunjukkan hal demikian. Wallahu bisawab. Jatengdaily.com-yds

You Might Also Like

Mewujudkan Keluarga Samara Tidak Cukup Hanya dengan Cinta
Produk Dalam Negeri, Berjuang untuk Dicintai
Cinta Muhammad kepada Umatnya Begitu Besar
Mewujudkan Pembangunan Kota Berkualitas
Peringati Hardiknas; Pendidikan Akhlaq Generasi Milenial Harus Diperkuat
TAGGED:bps jatengindeks gini rasiolaeli sugiyonoopini
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?