By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Masa Tanggap Darurat Bencana Merapi Kembali Diperpanjang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masa Tanggap Darurat Bencana Merapi Kembali Diperpanjang

Last updated: 1 Januari 2021 16:48 16:48
Jatengdaily.com
Published: 1 Januari 2021 16:46
Share
Gunung Merapi dari Selo Boyolali sebelum status Siaga. Foto: yanuar
SHARE

Pemerintah Kabupaten Magelang memperpanjang lagi status tanggap darurat bencana Gunung Merapi. Perpanjangan berlaku mulai 1 hingga 15 Januari 2021. Perpanjangan tanggap darurat karena status Merapi yang sampai saat ini masih belum berubah yaitu Siaga.

Bupati Magelang Zainal Arifin mengemukakan, pihaknya kembali memperpanjang masa tanggap darurat karena rekomendasi dari Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, sampai saat ini masih belum berubah. 

”Status Merapi masih di level III atau Siaga. Sehingga Pemkab memutuskan untuk memperpanjang kembali masa tanggap darurat,” ujar Zaenal dilansir dari laman beritamagelang.id

Bupati menambahkan, pihaknya masih akan terus mengikuti rekomendasi dari BPPTKG karena masa tanggap darurat ini bertujuan memberikan perlindungan kepada warga terutama yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Perpanjangan ini sudah dilakukan untuk yang keempat kalinya.

Pengungsi yang memilih pulang kembali ke rumahnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana, Bupati menyampaikan bahwa mereka pulang karena kangen dengan rumahnya. Namun demikian, tentunya masyarakat sudah tahu dan sadar, selama ini hidup berdampingan dengan kondisi yang suatu saat mengancam. 

“Jadi ketika mereka pulang mereka juga sudah siap untuk mengungsi kembali bila sewaktu-waktu harus mengungsi,” ujarnya.

Bupati hanya mengimbau agar warga terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. 

“Kita juga sudah memiliki kontak-kontak warga sehingga ketika harus mengungsi kemana, maka pemerintah mudah menghubungi mereka. Semoga tidak terjadi bencana,” kata Bupati.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menyampaikan, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian saat ini berjumlah 239 orang. Mereka menempati dua titik lokasi pengungsian. Mereka berasal dari Dusun Babadan 2 Desa Paten sebanyak 120 jiwa dan menempati gedung TEA Desa Mertoyudan. Sedangkan sisanya berasal dari Dusun Pugeran, Trayem dan Trono Desa Krinjing. Mereka saat ini masih menempati Balai desa Deyangan Mertoyudan. she

You Might Also Like

Cegah Penyebaran COVID-19, CCAI Kampanyekan Cuci Tangan Gunakan Sabun
Komitmen Admedika Wujudkan Ekosistem Kesehatan Indonesia Lewat Kolaborasi Layanan Telemedisin dengan KlikDokter
PSIS Bertekad Putus Tren Apik Persib
Heli TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal
Sinergi Telkom dan BPKP, Pantau Potensi Gangguan sebagai Critical Alert Terhadap Gangguan Jaringan
TAGGED:merapitanggap darurat merapi diperpanjang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?