Menag; Ma’had Sangat Strategis Ciptakan Generasi Manusia Sesuai Iklim Dunia Pesantren

Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas didampingi Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg dan Kepala Kanwil Kemenag Musta’in Ahmad meninjau proyek pembangunan Ma’had II Kampus II UIN Walisongo, Jalan Prof Dr Hamka, Ngalian, Semarang, Minggu (26/9).

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas meninjau proyek pembangunan gedung Ma’had II Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Minggu (26/9). Bangunan yang terletak di Kompleks Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Kampus II, Jalan Prof Dr Hamka, Ngalian Semarang itu nantinya mampu menampung 1.120 orang santri mahasiswa.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg menjelaskan, bangunan Ma’had I yang lokasinya tak jauh dari lokasi Ma’had II sudah tidak mampu menampung minat mahasiswa yang ingin belajar sambil mengaji di pondok.

Bangunan seluas 1.000m2 itu terdiri kamar asrama santri, ruang makan, ruang loundry, dapur umum dan pengajian. ‘’Pembangunan gedung Ma’had II merupakan fasilitas yang akan digunakan UIN Walisongo dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dan pola pendidikan pondok pesantren,’’ kata Imam Taufiq.

Menurut Rektor, konsep pendidikan tinggi bercorak pesantren akan diintegrasikan dalam kurikulum. ‘’Saat ini pembangunan gedung Ma’had II telah mencapai progres yang baik, Ma’had ini nantinya akan kami optimalkan untuk menampung mahasiswa baru semester I,’’ katanya.

Menteri Agama Yaqut Choliq Qoumas mengatakan, keberadaan ma’had sangat strategis untuk menciptakan generasi manusia yang tidak hanya berilmu pengetahuan sesuai dengan kebutuhan zaman, namun juga memiliki karakter yang sejalan dengan iklim dunia pesantren, di antaranya ialah perilaku saling hormat menghormati dan diisi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kebaradaan ma’had sangat penting, kami berharap lewat ma’had UIN Walisongo akan lahir generasi masa depan yang memiliki sikap kemanusiaan dan peradaban yang sesuai dengan tagline UIN Walisongo Semarang,’’ kata Gus Yaqut.

Dalam kesempatan ini Menteri Agama didampingi Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad dan Staf Khusus meninjau langsung ke lokasi pengerjaan proyek, sesuai target yang telah ditetapkan.

Kunjungi Planetarium

Selain meninjau proyek pembangunan gedung Ma’had II, Menag juga meninjau Planetarium UIN Walisongo Semarang yang merupakan satu-satunya planetarium di Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri di Indonesia.

Menteri Agama bersama rombongan mendapat suguhan potret pemandangan ruang angkasa di plenaterium yang berlokasi di lingkungan Kampus III UIN Walisongo Semarang. Planetarium itu merupakan tempat yang akan dijadikan UIN Walisongo Semarang sebagai pusat Pendidikan Ilmu Falak di Indonesia.

Menag menyampaikan apresiasi langkah besar UIN Walisongo Semarang dalam mendirikan planetarium.

“Saya apresiasi keberadaan planetarium di UIN Walisongo Semarang, para santri di Ma’had semoga dapat mengambil pelajaran baik disini, berilmu dan berkarakter menjadi hal penting bagi profil para lulusan santri di Ma’had UIN Walsongo” kata Gus Yaqut.

Rektor UIN Walisongo Semarang Imam Taufiq mengatakan, kedepan operasionalisasi Ma’had selain menjadi pusat keilmuan di bidang astronomi dan ilmu falak, keberadaan planetarium akan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata pendidikan di kota Semarang.

“Kami tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah Kota Semarang. Planterium UIN Walisongo Semarang kedepan akan menjadi salah satu lokasi wisata pendidikan di Kota Semarang. Di tempat ini masyarakat dapat belajar banyak hal mengenai astronomi dan ilmu falak,” kata rektor yang juga pengasuh pondok pesantren Darul Falah Besongo Semarang itu.st