Prostitusi Sesama Jenis Berkedok Pijat Tradisional di Solo Dibongkar Polda Jateng

Praktik prostitusi sesama jenis di Solo dibongkar jajaran Polda Jateng. Foto: humas polda jateng

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Praktik prostitusi sesama jenis berkedok pijat tradisional ‘plus-plus’ dan vitalitas pria berhasil dibongkar jajaran Ditreskrimum Polda Jateng. Seorang mucikari berinisal D (47) warga Karanganyar dan lima karyawan sebagai terapis diamankan polisi.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., di halaman Ditreskrimum Polda Jateng, Senin (27/9/2021) mengatakan, pengungkapan praktik tersebut setelah adanya laporan dari para korban yang melakukan pijat pada 25 September 2021. Polisi kemudian langsung melakukan pengecekan di rumah kos kawasan Nusukan Solo, tempat praktik tersebut.

“Pada pengecekan di TKP, polisi mendapatkan adanya praktik pijat yang dilakukan oleh tukang pijat terapis terhadap tamu atau pelanggan laki-laki dengan cara cabul.” tegas Kombes Pol Djuhandhani.

Tarif pijat tersebut adalah Rp 250 ribu untuk pijat yang dilakukan di kamar kos di Nusukan, Kecamatan Banjarsari Solo. Sedangkan tarif Rp 350 Ribu untuk pijat yang dilakukan di tempat lain. Djuhandani menambahkan tersangka juga menawarkan prostitusi berkedok pijat “plus-plus” ini melalui media sosial.

Pemilik panti pijat berinisial D warga Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. “D adalah pemilik panti pijat terapis, sedangkan lima tersangka lainnya sebagai karyawan yang melakukan pijat terapis terhadap tamu atau pelanggan laki-laki,” jelas Dirreskrimum Polda Jateng.

Dari tarif pijat Rp. 250 Ribu, D menerima Rp 100 Ribu, sedangkan dari tarif pijat Rp. 350, D menerima Rp 150 ribu dari karyawannya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Pasal 296 KUHP tentang Prostitusi. yds