Mengenal Potensi Desa Bersama Mahasiswa KKN Tematik Undip xExoVillage

8 Min Read
tim UNDIP x ExoVillage 2021 foto bersama saat Festival UMKM di Kelurahan Wonosari,, Ngaliyan Semarang. Foto:isd

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pelaksanaan program KKN Tematik yang diadakan oleh tim UNDIP x ExoVillage 2021 mengangkat tema “Pemetaan Potensi Desa dalam Upaya Pencapaian SDG’s” dilakukan oleh mahasiswa UNDIP. Exovillage adalah platform yang mendorong perkembangan era digitalisasi UMKM di pedesaan dengan pendekatan teknologi 4.0 guna pencapaian SDG’s.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai Oktober hingga Desember 2021. Dengan adanya program KKN yang dilakukan di desa masing-masing dirasa cukup efektif di masa pandemi Covid-19. Melalui program ini mahasiswa dapat mengenal lebih dekat terkait desa yang dituju. Selain itu, mahasiswa dituntut untuk mandiri yang kemudian peran mahasiswa untuk turut menggali dan memperkenalkan berbagai potensi desa yang sebelumnya mungkin belum terlalu tersorot oleh masyarakat luas.

Tim KKN Undip x ExoVillage 2021 membuat taman. Foto:ist

Dengan adanya program KKN tematik ini Alvita Malinda Febrianty Fu’adi dan Aliyya Saliima Izza sebagai mahasiswa UNDIP mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan secara langsung di beberapa spot potensi desa di Kelurahan Wonosari, Semarang.

Berbagai spot potensi desa yang ada di Kelurahan Wonosari seperti Pondok Pesantren tertua di Kota Semarang yaitu Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Semarang Zoo, Kampung Tematik Olahan Singkong, GOR Hamas, dan Pasar Tradisional Mangkang. Jarak lokasi spot-spot ini saling berdekatan satu dengan lainnya.

Akses transportasi untuk menuju ke lokasi spot tersebut pun cukup mudah dengan tersedianya halte bus Trans Semarang di beberapa titik dan lokasi spot yang tidak terlalu jauh dari jalan raya Semarang-Kendal. Bahkan, terdapat halte bus Trans Semarang tepat di depan Semarang Zoo.

Kelurahan Wonosari memiliki Kampung Tematik unggulan yang sampai saat ini masih aktif dan menjadi prioritas potensi desa yang menjadi daya tarik masyarakat setempat yaitu Kampung Tematik Olahan Singkong yang berada di RT 01/ RW 06 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Lokasi Kampung Tematik Olahan Singkong berada di satu RW yang sama dengan Pondok Pesantren tertua di Kota Semarang. Di Kampung Tematik Olahan Singkong atau yang biasa disebut Kampung Tematik OLASI terdapat beraneka ragam hasil olahan singkong.

Selain itu lokasi Kampung Tematik OLASI pun berdekatan dengan Pasar Tradisional Mangkang, dengan harapan kampung tersebut dapat dirancang untuk menjadi kampung Wisata Jajanan Olahan Singkong serta hunian yang asri dan nyaman sehingga dapat menunjang Wisata Kuliner Jajanan Olahan Singkong.

Pemberdayaan masyarakat sekitar dengan pengolahan Jajanan Olahan Singkong diharapkan menjadi sesuatu yang menarik bagi wisatawan. Terdapat lebih dari 20 produk hasil olahan singkong yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Tematik ini. Hasil dari produksi ini dipasarkan di salah satu rumah warga Kampung Tematik OLASI, tepatnya di kediaman Ketua Karang Taruna setempat. Kemudian, produk olahan singkong ini pun dijual ke Pasar Tradisional dan beberapa toko lainnya.

Selain itu, di area Kampung Tematik OLASI terdapat Kelompok Tani Wana Makmur yang memiliki cukup banyak budidaya tanaman dimana hal tersebut membuat suasana di Kampung ini menjadi asri dan sejuk. Kelompok Tani ini dikelola oleh warga sekitar dengan diketuai oleh ketua RT 01/ RW 06 Kelurahan Wonosari.

Namun, sejak pandemi Covid-19 kelompok tani yang ada di Kampung Tematik OLASI ini sementara tidak mengadakan pertemuan karena adanya pembatasan kerumunan. Hal terbaru dari Kampung Tematik OLASI yang baru berjalan kurang lebih satu bulan yaitu budidaya lele dan jamur tiram. Budidaya ini terdapat di beberapa rumah masyarakat Kampung Tematik OLASI, salah satunya di hunian milik Ketua RW 06 Kelurahan Wonosari.

Kelurahan ini pun memiliki beraneka ragam UMKM yang dikelola langsung oleh masyarakat sekitar. Diadakannya program festival bagi seluruh UMKM di Kecamatan Ngaliyan bahkan se-Kota Semarang yang dihadiri pelaku UMKM memiliki tujuan memperkenalkan kepada masyarakat umum akan kekayaan dan kreaktivitas yang dimiliki masyarakat tiap Kelurahannya. Kemudian, melalui festival ini pun dapat memperoleh keuntungan dari hasil penjualan produk dan membangun citra dari Kelurahan Wonosari.

Pondok Pesantren tertua di Kota Semarang menjadi potensi lain yang berlokasi di kampung Dondong,Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Tepat di samping Pondok Pesantren tersebut terdapat makam luhur dari pendiri pertama Pondok Pesantren yaitu Alm KH Syafi’i .

Berdasarkan studi literatur KH Syafi’i merupakan salah satu komandan pasukan Sultan Agung yang menyerbu Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perserikatan Hindia Timur di Batavia (Jakarta) pada tahun 1629. Pondok Pesantren ini didirikan pada awal abad ke-17.

Terdapat beberapa keunikan dari Pondok Pesantren ini yaitu masih menggunakan kitab-kitab zaman dahulu yang tidak digunakan kebanyakan Pondok Pesantren saat ini. Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong diperuntukkan untuk santri lelaki, kebanyakan santri dari Pondok Pesantren ini pun menjadi pemimpin di pondok-pondok baru dan sukses. Selain itu beberapa santri yang pernah menuntut ilmu di sini juga menjadi pembicara dan motivator yang baik bagi banyak kalangan.

Selanjutnya, terdapat sport center menjadi salah satu tempat olahraga yang cukup besar dan diminati banyak kalangan berada di Kelurahan Wonosari yaitu GOR Hamas. GOR ini terdiri dari GOR Badminton dan GOR futsal. Lokasi kedua GOR ini bersebrangan di tengah pemukiman masyarakat. Selain itu, jalan menuju lokasi ini berada di antara pepohonan yang rindang sehingga udaranya pun sangat sejuk.

Potensi yang dimiliki Kelurahan Wonosari berikutnya yaitu Semarang Zoo yang sudah lama berdiri dan menjadi salah satu ikon dari Kota Semarang berlokasi di ujung barat Kelurahan Wonosari berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal serta berseberangan dengan Terminal Mangkang Kota Semarang.

Tercatat sejarah awal kata Semarang Zoo didapatkan dari sebelumnya nama Kebun Binatang diubah menjadi Taman Margasatwa dan Kebun Raya atau disingkat menjadi Taman Margaraya Semarang. Taman Margaraya merupakan sebuah fasilitas berfungsi ganda, yaitu sebagai objek wisata alam dan budaya, serta sebagai lahan penghijauan kota.

Kebun Binatang Tinjomoyo yang kemudian beralih nama menjadi Kebun Binatang Mangkang Semarang (Taman Margasatwa Semarang) karena bertepatan dengan pindahnya lokasi ke wilayah Mangkang. Kemudian, taman margasatwa Semarang berganti nama lagi menjadi Semarang Zoo.

Beragam potensi di Kelurahan Wonosari ini mendorong mahasiswa berperan untuk mengangkat potensi masing-masing desa dengan memperkenalkannya melalui media ExoVillage. Mahasiswa akan memperlihatkan keistimewaan desanya melalui media Exovillage dengan tujuan agar masyarakat luas melihat serta mengetahui potensi dan spot unggulan desa tersebut.

Dalam pelaksanaan KKN Tematik UNDIP x ExoVillage ini mahasiswa melakukan pendampingan pembuatan akun oleh kader perwakilan dari berbagai lokasi spot yang ada di Kelurahan dan sesuai sistematika program kepada masyarakat desa yang terpilih sebagai kader desa untuk ikut membantu memperkenalkan potensi desa di Kelurahan Wonosari.

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan pelatihan materi branding, mapping, dan storytelling kepada para kader secara daring. Dengan adanya program KKN Tematik diharapkan masyarakat dapat lebih dekat dengan digitalisasi sehingga masyarakat setempat khususnya wilayah Kelurahan Wonosari dapat berkembang seiring berjalannya era digital ini.

Penulis Aliyya Saliima Izza dan Alvita Malinda Febrianty Fu’adi, mahasiswi Undip Semarang.st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.