Monumen Kapal Selam Tepat untuk Wisata Edukasi

SURABAYA (Jatengdaily.com) – Komisi B DPRD Jateng mengunjungi Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No 39 Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, belum lama ini. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mengetahui kondisi wisata tersebut pada saat pandemi.

Wakil Ketua Komisi B Sri Marnyuni mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul semua sektor pariwisata. Pengelola objek wisata unggulan pun banyak memutar otak supaya bisa bertahan. Tak terkecuali pengelola Wisata Edukasi Monkasel. “Pada saat pandemi banyak wisata yang tutup, bagaimana kondisinya dengan Monkasel ini,” katanya.

Marnyuni mengungkapkan, Monkasel bukan hanya wisata biasa. Selain wisata edukasi juga menjadi motivasi anak-anak untuk belajar tentang wilayah kemaritiman.

FOTO BERSAMA : Komisi B berfoto bersama dengan latar KRI Pasopati Wisata Edukasi Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang berada di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.Foto:dok

Sementara, Asisten Manager Bagian Dalam KRI Pasopati 410 Wagino mengakui saat pandemi ini seluruh objek wisata yang ada di Surabaya kurang bergairah. Sekarang ini untuk membuka objek wisata baik pengelola maupun wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan. Pihak pengelola diwajibkan menyiapkan sarana dan prasarana guna menunjang protokol kesehatan seperti kran air, hand sanitizer, thermo gun. Bahkan harus memantau serta membubarkan bila ada kerumunan. Untuk wisatawan pun wajib menjalani ukur suhu sebelum masuk lokasi.

“Untuk jam operasional buka dari pukul 08.00 sampai 22.00. Sekarang hanya bisa dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00,” katanya.

Wagino kemudian menerangkan KRI Pasopati- 41 adalah kapal tipe Whiskey Class yang dibuat pada 1952 oleh Rusia. Kapal tersebut kemudian milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pada 1962, dan pada 1989 sudah “dimuseumkan”. Menilik kiprah KRI Pasopati-41 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindakan secara psikologis. st