By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Nabi Muhammad Cahaya di Atas Cahaya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Nabi Muhammad Cahaya di Atas Cahaya

Last updated: 20 Oktober 2021 06:30 06:30
Jatengdaily.com
Published: 20 Oktober 2021 06:30
Share
Habib Muhammad bergambar bersama dengan panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad Masjid Baitussalam. Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Nabi Muhammad SAW adalah cahaya di atas cahaya. Ia adalah matahari, ia adalah bulan. Banyak syair memuji keindahan Rasulullah. Banyak penyair menyatakan kekaguman dan kecintaan kepada kekasih Allah itu. Memang, Nabi Muhammad pantas untuk dipuji.

Hal tersebut disampaikan oleh Habib Muhammad bin Farid Al Muthohar ketika menjadi narasumber pada peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Masjid Baitussalam, Ngaliyan, Semarang, Senin malam, 18 Oktober 2021. Kegiatan tersebut sebelumnya diawali dengan penampilan Grup Rebana Darun Nisa pimpinan Enny Kartikawati.

Menurut Habib Muhammad, pada zaman Rasulullah ada penyair bernama Hassan bin Tsabit. Selain memuji Nabi Muhammad, ia juga membangkitkan semangat kaum muslimin dengan syair-syairnya. Hassan bahkan diberi mimbar khusus oleh Muhammad untuk melantunkan syair-syair pujiannya.

“Sebelum memeluk Islam, dia adalah penyair yang lantang menjelek-jelekkan Islam. Bahkan ia pernah akan dibayar dengan uang miliaran untuk mencaci dan menghina Nabi Muhammad dengan syairnya. Namun, setelah bertemu Muhammad, syairnya justru berbalik memuji-muji Muhammad. Sesudah menerima hidayah Allah, Hassan menciptakan syair-syairnya untuk membela Islam,” tandasnya.

Ketua panitia pelaksana Gunoto Saparie mengatakan, pengajian dengan pembicara Habib Muhammad merupakan puncak acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Masjid Baitussalam. Sebelumnya diadakan pembacaan Kitab Barzanji secara bersama dengan protokol kesehatan ketat sejak tanggal 1 sampai 11 Rabiul Awal dan lomba salawat serta lomba azan untuk anak-anak, remaja, dan umum.

Sekretaris panitia Mohammad Agung Ridlo mengumumkan, hasil lomba salawat Nabi Muhammad untuk kategori A sebagai juara I adalah Diah Ayu Nurul Waasiah, II Malika Indira Nessa, dan III Nola Alinda Lintang Aqila. Sedangkan sebagai juara harapan I, II, dan III adalah Shinta Dewi Purnomo, Naura Najwa Febriana, dan Elmyra Aghnia Shanum.

Sedangkan juara I, II, dan III lomba salawat Nabi Muhammad untuk kategori B adalah Izzani Qurata Ayun, Faihaa’ Nabiilah, dan Ikmilatun. Sementara juara harapan I, II, III disabet oleh Diyan Fadhilah, Arga Satya P., dan Ardy Rosyada.

Salah seorang juri Sarwito menambahkan, untuk juara I, II, dan III lomba azan kategori A adalah Muhammad Dicky Aulia Chandra, M. Yusuf, dan Yafi Amirul Hasan. Sedangkan juara harapan I, II, dan III diraih oleh Ganesha Sandy Dharma S., Rahes, dan Ferzio Quthbie Azfar.

Hasil lomba azan kategori B sebagai juara I, II, dan III dipegang oleh Ardy Rosyada, Adnan Giffari, dan M. Dzaki Jamaluddin. Sementara juara harapan I, II, dan III adalah Arga Satya, Muhammad Ihsan Mafruki, dan Daffa Wahyu Patria.

“Para juara I, II, dan III mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan total jutaan rupiah, sovenir, dan sertifikat. Para juara harapan mendapatkan penghargaan berupa sovenir dan sertifikat. Sedangkan para peserta yang kebetulan belum beruntung juga mendapatkan penghargaan sertifikat dan sovenir dengan nilai lebih rendah,” ujar Agung.

Ketua Takmir Masjid Baitussalam Masono mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w. sangat penting sebagai rasa syukur atas kelahiran Rasulullah. Peringatan ini sangat penting bagi umat Islam untuk lebih mengenal lebih dekat Nabi Muhammad, meneladani sikap dan perilakunya, serta menjalankan ajaran-ajarannya.st

 

You Might Also Like

BPIH 2025 Turun, PUI Sambut Baik dan Apresiasi Pemerintah
‘Ekspedisi Seroja’ Salurkan Bantuan Banjir NTT
Pembangunan Masjid Raya BSB Menjadi Prioritas Pemkot di Tahun 2024
Reuni dan Halalbihalal Alumni FK Undip 1981, Hangatkan Silaturahmi dalam Kebersamaan
PT KAI Bongkar Paksa Bangunan Liar di Sekitar Stasiun Brumbung
TAGGED:Habib Muhammad bin Farid Al MuthoharMasjid Baitussalam Ngaliyanmaulid Nabi MuhammadNabi Muhammad Cahaya di Atas Cahaya
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?