Pembangunan berupa peningkatan Jalan Sriwijaya hingga saat ini terus berlanjut. Foto: Pemkot Semarang

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pembangunan berupa peningkatan Jalan Sriwijaya hingga saat ini terus berlanjut. Progresnya hingga sekarang sudah mencapai 39 persen dan diperkirakan akan selesai pada Oktober 2021 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suriyati mengatakan, pembangunan Jalan Sriwijaya ini masih dalam jalur yang benar, meskipun ada beberapa material yang terlambat datang karena imbas PPKM Darurat beberapa waktu lalu.

“Progresnya saat ini mencapai 39 persen, tidak ada kendala secara berati. Material bangunan lelangnya sudah rampung dan saat ini pembangunan juga terus berjalan,” jelasnya.

Atik begitu ia disapa menjelaskan, jika pembangunan diprediksi tidak akan bisa selesai pada September 2021 ini. Kemungkinan akan selesai pada Oktober 2021 mendatang atau maksimal akhir tahun 2021 ini sudah bisa digunakan masyarakat.

“Pembangunan nggak berhenti, memang ada beberapa material yang didatangkan dari luar kota jadi ada keterlambatan sehingga prosesnya sempat mundur,” ungkapnya.

Sedangkan tahapan pengerjaannya, lanjut Atik bahwa proses pemadatan jalan sudah selesai dilakukan. Saat ini pekerja melakukan pengerjaan pemasangan talud, saluran air, u ditch serta trotoar sepanjang 650 meter sesuai jalan yang akan dibangun.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono menjambahkan jika progres pembangunan Jalan Sriwijaya saat ini masih sesuai dengan harapan. Komisi C pun kata dia sudah melakukan pemantauan lapangan dan diharapkan Desember tahun 2021 ini bisa dipakai.

“Harapannya Desember ini bisa dipakai. Dengan pola swakelola dimana tenaga dan alatnya dari DPU, materialnya lelang dan sudah ada saya optimis bisa selesai,” katanya.

Menurut dia dari sisi kendala tidak ada yang berati, bahkan kendala pada lelang beberapa waktu lalu pun sudah klir. Ia mendorong dinas-dinas teknis lainnya yang sudah ada pemenang lelang bisa segera malaksanakan pengerjaan pembangunan yang menjadi skala prioritas Pemkot.

“Beberapa proyek ini kan proyek yang tertunda tahun 2020 lalu, harapannya bisa dikerjakaan tahun 2021 iniĀ  terutama yang mempunyai dampak langsung kepada masyarakat seperti perbaikan saluran, penambalan jalan, saluran permukiman, dan jalan permukiman,” ujarnya. She