Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI H Fathan Subchi didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Demak Zayinul Fata dan Sekretaris DPC Rizkon Malik, saat memantau vaksinasi massal dengan target 1.000 dosis terdistribusi di Kota Wali. Foto: dok

DEMAK (Jatengdaily.com)- PKB desak pemerintah memperbaiki manajemen logistik dan sistem distribusi vaksinasi covid-19. Sehubungan menipisnya stok vaksin di saat antusias masyarakat tinggi.

Di sela kegiatan vaksinasi massal gelaran DPC PKB Kabupaten Demak, Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI H Fathan Subchi menyampaikan, pemulihan ekonomi hanya akan terjadi ketika herd imunity terwujud. Sehubungan itu DPC PKB se-Indonesia serentak menggelar vaksinasi massal, untuk mendorong terciptanya herd imunity di daerah masing-masing.

“Mumpung antusias masyarakat tinggi kita dorong sampai 90 persen. Sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat juga,” ujarnya, didampingi Ketua¬† dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Demak, Zayinul Fata serta Rizkon Malik, dalama keterangan persnya, Minggu (15/8/2021).

Hanya saja saat ini terpantau stok vaksin menipis bahkan kosong di sejumlah daerah di Indonesia. Sementara menurut Presiden RI Joko Widodo pada suatu kesempatan, ada kedatangan vaksin dari Eropa dan Timur Tengah dengan jumlah cukup.

“Melihat kondisi tersebut, diharapkan Satgas Covid Nasional bisa lebih responsif. Sebab untuk mendorong hingga tercapainya herd imunity, kami bahkan minta bantuan TNI-POLRI yang masih punya stok,” imbuh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dapil Jepara Demak Kudus itu.

Artinya perlu adanya perbaikan manajemen logistik dan sistem pendistribusian. Jangan sampai antusias masyarakat yang tinggi kembali merosot dan malas lagi divaksinasi, gara-gara nihilnya stok vaksin, kata Fathan Subchi.

Sementara mengenai vaksin Nusantara, disebutkan, hingga kini DPR RI mendukung Pak Terawan dan masih mendorong segera selesainya tahap ketiga terkait pengujian klinis. Sehingga dapat pengesahan dari BPOM sebagai vaksin nasional untuk mengatasi covid-19.

Alasannya, vaksin Nusantara adalah alternatif dan solusi mengatasi kelangkaan vaksin di negeri ini. Daripada impor terus-menerus, apalagi berburu vaksin di pasar internasional di saat semua negara membutuhkan  tidak mudah. Pun anggaran refocusing dan silpa hampir semuanya terserap untuk vaksinasi. Rie-she