Pemkab Demak Gelar Sayembara Desain Smart City Berbasis Local Wisdom

Bupati dr Hj Eisti'anah berserta jajaran saat launching sayembara desain perluasan kawasan perkotaan Kabupaten Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Meski sederet prestasi bertaraf nasional teraih, dipandang sebelah mata sebagai daerah tertinggal tentunya hal memprihatinkan. Bertolak dari situasi tersebut, Pemkab Demak menggelar Sayembara Desain Perluasan Kawasan Perkotaan, dengan tema ‘Smart City Berbasis Local Wisdom’.

Saat launching sayembara yang terbuka untuk umum itu, Bupati dr Hj Eisti’anah menyampaikan, sayembara program unggulan angan-angan ingin wujudkan Kabupaten Demak dengan kawasan pusat kota mempesona. Tidak dipandang sebelah mata seperti selama ini sebagai daerah tertinggal.

“Maka kami minta Bappeda Litbang membuat sayembara terbuka bagi umum sehingga para investor ada wacana berinvestasi di Demak sehingga semakin maju berkembang,” kata bupati, didampingi Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak H Suhas Bukit, Jumat (10/9/2021).

Turut hadir pada acara launching yang berlangsung di Ghradika Bhakti Praja Wabup KH Ali Makhsun, Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS, serta Sekda dr H Singgih Setyono. Di samping sejumlah kepala OPD dan camat terkait rencana perluasan wilayah perkotaan.

Pihaknya juga sudah mempelajari wilayah-wilayah masuk peta hijau, kuning, coklat atau pun merah muda. Untuk kemudian bisa disesuaikan, jika nantinya terpilih desain yang bagus dan bisa diterapkan.

Perluasan yang dimaksud, lokasi memanjang mulai dari jembatan Kalikondang sampai traffic light Trengguli, di samping perluasan hingga Pasar Wonosalam, Dempet dan batas Donorojo.

Luas lahan yang direncanakan bakal masuk perluasan perkotaan total 1.313 hektar. Di dalamnya terdapat lahan existing berupa industri permukiman perkotaan, permukiman perdesaan, sawah pertanian, sungai dan jalan.

Adapun maksud diadakannya sayembara untuk membuka peluang masyarakat terlibat proses perencanaan pembangunan daerah yang terkonsep dan terencana. Diharapkan desain terpilih dapat menjadi acuan perkembangan Kabupaten Demak yang tertata dan berkelanjutan.

Terutama kawasan perkotaan sebagai pusat pelayanan pemerintahan, pemukiman penduduk, aktifitas perekonomian dan industri, aktifitas sosial dan budaya serta sektor pariwisata. Sehingga dapat meningkatkan perputaran uang dan peningkatan ekonomi.

Pendaftaran sayembara berhadiah total Rp 225 juta itu pada 10 – 24 September 2021. Penyampaian dokumen administrasi dan hasil karya pada 21 September – 29 Oktober. Sementara juri dari kalangan profesional dan berkompeten di bidangnya. Untuk keterangan lebih lanjut, peserta dapat melihatnya di Bappeda Litbang Kabupaten Demak. rie-yds