Forkompimda Demak Pantau PTM, Diharapkan Segera 100 Persen

Forkompimda Kabupaten Demak saat memantau pelaksanaan PTM terbatas dan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 2 Demak. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sekolah tidak sekadar mengajar. Namun ada pendidikan karakter dan moral yang hanya bisa disampaikan langsung kepada siswa. Maka itu kelas pembelajaran tatap muka diharapkan segera 100 persen, sehingga pendidikan berkualitas yang sebenarnya dapat terwujud.

Dukungan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen terungkap saat Forkompimda Kabupaten Demak yang dipimpin langsung Bupati dr Hj Eisti’anah memantau pelaksanaan PTM terbatas di SMP Negeri 2 Demak dan SMA Negeri 1 Demak, Jumat (10/9/2021). Di dua sekolah tersebut terpantau sistem blended learning berlangsung sesuai ketentuan pencegahan COVID-19 dengan standar protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepala SMP Negeri 2 Demak H Mulyadi menjelaskan, PTM terbatas dilaksanakan sejak 19 Agustus 2021 sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Yakni kombinasi pembelajaran luar jaringan (luring) 50 persen kehadiran, dan 50 persen lagi sisanya belajar di rumah dengan model dalam jaringan (daring) atau online.

“Karena di sekolah kami ada kelas paralel maka kehadiran bergilir berdasarkan nomor presensi ganjil genap. Dengan durasi waktu 2-3 jam setiap harinya,” jelasnya.

Selain standar prokes 5M, Mulyadi menambahkan, pelaksanaan vaksinasi pelajar juga dikawal ketat pihak sekolah. Tahap pertama dilaksanakan di Pendapa Satya Bhakti Praja Kabupaten Demak saat pembelajaran masih sistem daring dengan cara mendaftar lewat link. Sementara yang kedua saat PTM, dengan dukungan Puskesmas Demak 1.

“Vaksinasi tahap pertama capaian kurang optimal, hanya sekitar 30 persen dari total jumlah siswa kami 940 anak. Sisanya diharapkan selesai pada vaksinasi tahap 2 bersama Puskesmas Demak 1 yang dilokasikan di sekolah,” kata Mulyadi.

Mengenai pantauan PTM bersama Forkompimda, Bupati Eisti’anah menuturkan, untuk memastikan kegiatan sosial maupun ekonomi masyarakat pasca-PPKM turun level tetap terkendali sehingga tidak muncul klaster baru penyebab COVID-19. Antara lain terkait kepatuhan prokes juga vaksinasi. rie-yds