Penyuluh Agama Perlu Ikut Beri Teladan bagi Masyarakat Agar Fatwa MUI Berjalan Efektif

Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang, Dr Samidi Khalim M.Ag melaporkan hasil penelitiannya tentang kehidupan beragama terkait covid-19, Rabu (28/7/2021). Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang, Dr Samidi Khalim M.Ag melaporkan hasil penelitiannya tentang kehidupan beragama terkait covid-19, Rabu (28/7/2021).

Dalam laporannya dia menyampaikan umat Islam perkotaan lebih taat kepada fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sementara umat Islam di wilayah pedesaan lebih cenderung mengabaikan fatwa – fatwa MUI.

“Umat Islam di wilayah perkotaan lebih taat melaksanakan fatwa-fatwa MUI. Sementara di pedesaan fatwa MUI agak diabaikan,’’ kata Samidi Khalim.

Samidi Khalim merekomendasi agar para penyuluh agama ikut memberi teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan lembaga agama agar berjalan efektif. “Tokoh agama atau masyarakat ikut memberi teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan tausiyah atau fatwa lembaga agama agar berjalan efektif,’’ katanya.

Menurut Samidi Khalim, diperlukan sinergitas lintas pemangku kebijakan seperti Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri dalam mengedukasi masyarakat sampai tingkat terbawah.

Kementerian Agama baik pusat maupun daerah, diharapkan terus menjalin hubungan baik dengan pihak pengelola atau takmir masjid, sehingga ketika terjadi permasalahan yang menyangkut umat, maka akan segera dapat diatasi dengan baik.

Litbang sendiri telah menyampaikan hasil penelitian ini kepada pimpinan MUI saat pelaksanaan Harlah ke-46 di Hotel Pandanaran Semarang pada Selasa (27/7/2021) lalu.

Kepada MUI, Samidi Khalim meminta pengurus MUI baik pusat, provinsi, maupun daerah, hendaknya di dalam membuat fatwa atau tausiyah agar tidak mengandung makna yang kontradiktif, sehingga tidak membuat kebingungan di kalangan umat. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here