By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pertanian Sektor Andal dan Tumpuan Jawa Tengah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanSorot

Pertanian Sektor Andal dan Tumpuan Jawa Tengah

Last updated: 6 Desember 2021 14:23 14:23
Jatengdaily.com
Published: 6 Desember 2021 14:23
Share
SHARE

Oleh: Laeli Sugiyono
Statistisi Ahli Madya
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah

SELAMA masa normal sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia tak terkecuali Jawa Tengah, sektor andal dan tumpuan Jawa Tengah dalam bidang ekonomi adalah sektor Pertanian. Perekonomian Jawa Tengah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2020 mencapai Rp 133.526,10 miliar.

Struktur ekonomi Jawa Tengah tahun 2020 dari sisi produksi didominasi oleh sektor lapangan usaha Industri dengan kontribusi sebesar 33,90 persen, pertanian dengan kontribusi sebesar 14,28 persen, perdagangan dengan kontribusi 13,61 persen, dan konstruksi dengan kontribusi 10,73 persen. Total kontribusi keempatnya mencapai 72,52% pada tahun 2020.

Meskipun sektor pertanian kontribusinya di Jawa Tengah menempati urutan kedua, akan tetapi daya serap tenaga kerja sektor ini tertinggi selama ini Struktur penduduk Jawa Tengah yang bekerja menurut lapangan usaha pada Februari 2020, paling banyak bekerja di lapangan usaha Pertanian yaitu sebanyak 4,69 juta orang (26,06 persen).

Selama pandemi 2019 sampai sekarang sektor pertanian juga tidak mengalami guncangan sehebat sektor yang lain yang kolaps dan terkontraksi cukup dalam, misalnya sektor transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi terdalam yaitu sebesar -62,95 persen selama triwulan II 2020.

Selama triwulan tersebut, diantara tujuh belas kategori lapangan usaha, tujuh puluh persennya mengalami kontraksi. Namun, 5 kategori lapangan usaha masih mampu tumbuh positif. Kategori Pertanian, mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 10,69 persen.

Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian adalah sektor andalan yang tangguh sekaligus menjadi tumpuan warga Jawa Tengah. Keandalan sektor ini terungkap dari studi location Quation (LQ) di Jawa Tengah tahun 2020 menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah sektor basis dari sebagian besar wilayah kabupaten di Jawa Tengah.

Sedangkan berdasarkan nilai Location Index (LI), sector pertanian memiliki nilai LI sebesar 0,31 yang berarti pemusatan aktivitas ekonomi pertanian terkonsentrasi hampir menyebar ke setiap kabupaten dengan lokasi utama berada di Kabupaten Brebes, Kabupaten Pati, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Grobogan.

Demikian pula berdasarkan indeks Entropi PDRB Jawa Tengah tercatat sebesar 1,40 tersebar heterogen ke seluruh wilayah kabupaten/kota yang berarti sektor pertanian yang kontribusinya besar dalam perekonomian Jawa Tengah sangat menyebar ke wilayah kabupaten/kota yang sekaligus menjadi sektor basis di wilayahnya, ini tentunya menjadi poin keandalan yang tangguh di Jawa Tengah.

Karena kebutuhan pangan dari sektor pertanian di setiap wilayah kabupatem dapat diperoleh dari produksi sendiri sehingga tidak tergantung dari wilayah kabupaten yang lain baik di tingkat regional Jawa Tengah maupun regional yang lain secara nasional.

Keandalan sektor pertanian di Kabupaten Brebes dengan komoditas unggulan Bawang Merah sudah kondang secara nasional, Sedangkan di Kabupaten Wonosobo, dan Banjarnegara selain menjadi sentra perkebunan teh juga sangat menonjol dalam produksi Kentang. Kabupaten Grobogan sangat menonjol dalam produksi jagung, sedangkan Kabupaten Wonogiri menjadi sentra produksi ubi kayu.

Dengan luasan lahan sawah yang cukup besar di Kabupaten Pati tercatat sebesar 59.300 hektar, menunjukkan aktivitas pertanian di Kabupaten Pati merupakan potensi yang harus tetap dipertahankan dan diupayakan untuk dapat terus berkembang sebagai sektor basis pertanian Jawa Tengah, sedangkan komoditi unggulannya meliputi tanaman pangan (padi &palawija), tanaman perkebunan, tanaman hortikultura (buah-buahan dan sayur-sayuran), serta peternakan dan perikanan.

Atas dasar itu, pembangunan wilayah Jawa Tengah secara komprehensif tidak bisa meninggalkan sektor Pertanian begitu saja. Mendorong sektor Industri dan Perdagangan menjadi leading sector menjadi suatu tekad memang harus diwujudkan, tentunya dengan didukung sektor Pertanian yang tangguh.Wallahu alam bisawab. Jatengdaily.com-yds

You Might Also Like

Perempuan Aset Pembangunan
Tingkat Imunitas dan Gizi Balita di Jateng Melalui Pemberian ASI
Membangun Data Pertanian Jawa Tengah
Mengejar Target Air Bersih untuk Semua
Ramadan, Mengharap Maghfirah Menuju Mardhotillah
TAGGED:bps jatenglaeli sugiyonoopinipertanian jawa tengah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?