Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Studi Banding di PPSDM Migas

PIP Semarang studi banding di PPSDM Migas Cepu. Foto: ist

CEPU (Jatengdaily.com) – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali menjadi tempat untuk studi banding dalam rangka reformasi birokrasi untuk pembangunan Zona Integritas.

Kali ini, Politeknik Ilmu Pelayaran menjadikan PPSDM Migas sebagai tempat benchmarking pada hari Senin, (12/4/2021). Rombongan diterima oleh Sub Koordinator Kepegawaian dan Umum , Arisona yang kemudian melakukan tour facility di lingkungan kantor dimana PPSDM Migas telah melakukan inovasi – inovasi untuk kepuasan pelanggan seperti buku tamu online, sertifikasi online (UTS), gazebo dan free charging area untuk mahasiswa PKL, serta open space area.

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang adalah pendidikan tinggi negeri milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan telah masuk White List di International Maritime Organization tahun 2000. Mengemban tugas mendidik dan melatih pemuda-pemudi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di bidang pelayaran dan pelabuhan menjadi Perwira Pelayaran Besar dan Tenaga Ahli Angkutan Laut/Kepelabuhanan, guna memenuhi kebutuhan armada angkutan laut nasional maupun internasional.

PIP Semarang dengan luasan area 8,2 Hektar ini, juga telah mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dari Kementerian PAN RB pada tahun 2020. Rombongan Tim WBBM yang dipimpin oleh Lektor dan Pembantu Direktur III, F. Pambudi Widiatmaka ini diterima di PTSA PPSDM Migas oleh Koordinator Perencanaan dan Standardisasi Pengembangan SDM, R. Suhardi dan Koordinator Tata Usaha, Sri Wahjoe Handajani.

Pambudi menjelaskan bahwa kedatangan rombongan PIP Semarang ini untuk belajar dan mendapatkan informasi terkait pembangunan dan penguatan Zona Integritas di PPSDM Migas.

“Kami telah mendapatkan predikat WBK di tahun 2020 sehingga hari ini kami ingin ngangsu kaweruh di PPSDM Migas agar di tahun ini kami bisa mengikuti jejak PPSDM Migas untuk mendapatkan predikat WBBM”, jelas Pambudi.

Koordinator Perencanaan dan Standardisasi Pengembangan SDM, Suhardi menjelaskan bahwa PPSDM Migas ini mempunyai banyak sekali layanan yang sudah terakreditasi dan terlisensi tidak hanya dari dalam negeri saja tetapi dari luar negeri.

“Alhamdulillah PPSDM Migas ini telah terakreditasi dari KAN dan terlisensi oleh BNSP serta juga mendapat akreditasi dari IWCF, IADC dan IIW dari lembaga akreditasi internasional. Sehingga kita dituntut untuk selalu memberikan terbaik kepada pelanggan”, jelas Suhardi.

Koordinator Tata Usaha, Sri Wahjoe Handajani menjelaskan dalam paparannya bahwa PPSDM Migas mendapatkan predikat WBK pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 PPSDM Migas masih belum berhasil untuk mendapatkan predikat WBBM. Tetapi pada tahun 2020 kemarin akhirnya PPSDM Migas berhasil mendapatkan predikat WBBM ini dengan peningkatan di berbagai sektor.

“Pada tahun 2020 kita secara kebetulan PPSDM Migas mendapatkan predikat WBBM terlebih dahulu dari PIP Semarang, tetapi kebetulan yang dipenuhi oleh kerja keras dan komitmen kuat dari Tim WBBM yang bekerja 24 jam on call selama proses penilaiannya”, ungkap Yani.

Benchmarking ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai komitmen apa saja yang harus dilakukan sehingga ada keselarasan dan kesepemahaman antara pimpinan dan pegawai dan beberapa bentuk persiapan penilaian WBBM yang diakhiri dengan sesi foto bersama. yds