PPKM Turun Level Jangan Dianggap Aman

Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS saat monitoring PTM di SMP Negeri 1 dan Mranggen, sebagai bagian komitmen serta dukungan penanganan covid-19 di wilayah. Foto:Rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – PPKM turun level jangan dianggap aman. Protokol kesehatan (prokes) tetap wajib hukumnya, untuk mencegah ledakan covid-19 gelombang ketiga.

“Kabar baiknya rata-rata sekolah di Demak siswa-siswi yang sudah usia 12 tahun telah divaksinasi. Begitu pun para gurunya. Sehingga sangat mendukung rencana PTM secara penuh,” kata Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS, Selasa (5/10).

Begitu pun saat monitoring pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM) di SMP Negeri 1 dan 2 Mranggen, hasil swab antigen pada 10 persen sampling siswa keseluruhan menunjukan hasil negatif. Syukur-syukur, menurut politisi PDIP itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas-puskesmas bisa mensupport dilakukannya swab antigen secara berkala.

“Sehingga ketika ditemukan adanya siswa yang hasil swab antigen-nya reaktif, bisa segera diatasi sejak dini. Pun klaster sekolah yang dikhawatirkan muncul pasca-PTM dilaksanakan bisa dicegah” imbuhnya.

Tetap waspada
Lebih lanjut dikatakan, PPKM turun level di Kabupaten Demak memang layak disambut gembira karena kerja keras semua pihak dalam upaya menekan laju penularan covid-19 berhasil baik. “Namun PPKM turun level jangan dianggap aman. Masyarakat harus tetap waspada. Pun prokes harus tetap dikendalikan. Agar tak terjadi ledakan covid-19 gelombang ketiga,” ujarnya.

Sejak pandemi memapar, semua warga wajib menyesuaikan diri dengan kehidupan new normal. Yakni ditandai dengan perubahan mind set. Seperti perilaku berkerumun harus dikurangi, begitu pun komunikasi verbal harus senantiasa memakai masker dan selalu mencuci tangan dengan sabun pada akhir yang mengalir.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga diharap komitmen dengan 3T-nya, yakni tracking, treatment dan testing di semua lini. Komitmen dalam artian rutin dan tidak hanya sporadis. Termasuk intensif mengedukasi masyarakat tentang prokes, bersamaan percepatan vaksinasi hingga terwujud herd imunity. rie-st