SEMARANG (Jatengdaily.com) -Rumah sakit Primayasa di Jalan Kedungmundu, Semarang resmi beroperasi, Kamis (11/11/2021).
Berbagai pelayanan yang ditonjolkan yakni 12 layanan trauma center, layanan ibu dan anak serta memiliki 100 bed untuk rawat inap para pasien dari dalam maupun luar Kota Semarang.
CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali mengatakan banyaknya populasi warga Semarang menjadi motivasinya dalam mengembangkan layanan ibu dan anak serta trauma center dan layanan spesialis lainnya dengan peralatan yang terbaik.
Setidaknya ada 12 layanan penunjang kesehatan yang dimiliki rumah sakit. Mulai dari layanan penyakit dalam, anak, obgyn, bedah umum, ortopedi, urologi, THT, mata, kulit kelamin, jantung, pembuluh darah, saraf, rehabilitasi medik, gigi dan mulut.
“Layanan di rumah sakit kita jugaw ditunjang oleh alat medis mencakup CT Scan, 128 slice artificial intelligence, USG 4D, bedah minim sayatan, X-Ray, rontgen gigi,” katanya.
Pihaknya juga punya layanan lainnya seperti IDG, ambulans gratis yang menjangkau rumah warga sejauh 5 kilometer. “Kita memiliki ICU, NICU, ICCI, PICU sampai konsultasi online,” terangnya.
Tujuan Primaya Hospital adalah untuk membuat orang sehat. Maka selain melakukan pengobatan, baik kuratif maupun rehabilitatif. Rumah Sakit tersebut juga melakukan berbagai kegiatan promotif preventif dengan melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Untuk mendeteksi awal, kami juga memiliki berbagai layanan medical check up, khususnya untuk pekerja, diabetes, ginjal dan jantung,” kata Leona.
Primaya Hospital telah beroperasi melayani masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, terutama saat menjadi Rumah Sakit darurat Covid-19 beberapa waktu lalu. Dengan 100 bed rawat inap yang dukungan oleh dokter spesialis dan tenaga keperawatan bersetifikasi.
Direktur RS Primaya Semarang, dr Aditya Nugraha mengungkapkan masyarakat tak perlu khawatir berobat di rumah sakitnya karena ada skrining dan memisahkan alur kedatangan pasien yang konsultasi maupun yang dirawat.
“Tentunya pelayanan dari kami selalu prima sekaligus ada edukasi untuk pekerja, wanita, diabetes, ginjal dan jantung,” ujarnya. adri-she


