Prof Abu Rokhmad Dilantik jadi Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM

Prof Dr H Abu Rokhmad Musaki (paling kanan) saat dilantik dan diambil sumpah oleh Menteri Agama di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat (1/10). Foto:ist

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melantik Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Dr H Abu Rokhmad menjadi Staf Ahli Menag Bidang Hukum dan HAM.

Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung dengan protokol kesehatan secara ketat di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.

Selain Abu Rokhmad, Menag juga melantik tiga pejabat Eselon I lainnya dan enam pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kementerian Agama.

Tiga pejabat Eselon I yaitu Hilman Latief sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Muhammad Aqil Irham sebagai Kepala Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan AM Adiyarto Sumardjono sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi.

Enam Rektor UIN yang dilantik yaituProf Dr H Sagaf S Pettalong sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah (dilantik via zoom), Babun Suharto sebagai Rektor Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Maftukhin sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), M IIyasin sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Mohammad Roqib sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dan Mudofir sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta.

Terima Saran dan Kritik
Menag Gus Yaqut Cholil Qoumas berpesan agar pejabat harus menerima saran dan kritik. Putra Almaghfurlah KHM Cholil Bisri Rembang itu mengajak untuk meluruskan niat sebelum memangku jabatan, dan bersikap low profile. Sehingga, siapa pun tidak segan memberi masukan, saran atau kritik yang diperlukan bagi perbaikan dan kemajuan organisasi.

“Sebagai pimpinan, saudara-saudara akan terselamatkan dari kesalahan dan kekeliruan karena mendengarkan saran dan kritikan, bukan karena sanjungan dan pujian,” kata Gus Yaqut.

Menurutnya, promosi dan mutasi pejabat struktural birokrasi dan pimpinan perguruan tinggi keagamaan diharapkan membawa perubahan, perbaikan dan penyempurnaan dalam tata kelola organisasi maupun program yang dilaksanakan, bukan sekadar direncanakan.

“Satu program yang dilaksanakan lebih baik daripada seribu program yang hanya dibicarakan. Saudara-saudara diharapkan segera menyesuaikan diri dengan medan tugas yang baru, memahami lingkup ekosistem organisasi dan mencermati segala tantangan yang pasti berbeda daripada medan tugas saudara-saudara di tempat sebelumnya,” kata Gusmen.

“Kecerdasan mengelola birokrasi harus dimiliki oleh setiap pimpinan. Oleh karena itu, saudara-saudara harus membangun interaksi positif dan kerja sama yang harmonis dengan bawahan dan staf sebagai mitra kerja sehari-hari,” tegasnya.

Turut menjadi saksi dalam penandatanganan berita acara Sekjen Kemenag Nizar dan Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani.

Hadir dalam pelantikan, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Penasihat dan Ketua DWP Kemenag RI, serta sejumlah pejabat Eselon I dan Stafsus/Tenaga Ahli Menteri Agama.

Abu Rokhmad selain menjadi Guru Besar FISIP UIN Walisongo, sehari-hari dia menjadi Ketua MUI Jawa Tengah dan Pengawas Syariah Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Pria kelahiran Jepara, 7 April 1976 itu menamatkan studi S1 di Universitas Muhammadiyah Surabaya dan S2 di Universitas Muhammadiyah Malang.st