Ria Prawiro Rilis Album Instrumental Smooth Jazz, Easy Listening & Sopisticated

Ria Prawiro dan tim instrumen musik berpose bersama . Foto: ist

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Lama tidak terdengar Ria Prawiro, ternyata terus berkarya, sebagai bukti eksistensinya Ria menggelontorkan album Instrumental Smooth Jazz, Easy listening & Sopisticated.

Dalam album instrumental smooth Jazz ini, terdapat 7 (tujuh) lagu yang ditulis oleh Ria Prawiro, dengan musik yang dimainkan Gihon Lohanda (gitar) dan Juan Mandagie (piano). Di jamin, saat mendengar album ini, mood Anda bakal berubah menjadi lebih santai dan menyenangkan.

“Kata banyak orang, album ini Chill….Bisa didengar kapanpun sambil mengerjakan apapun. Misalnya sambil membaca, sambil kerja di kantor, sambil nyetir mobil, atau sekedar menemani duduk santai menyeruput kopi,” ungkap Music Director album ini Gihon Lohanda.

Penulis lagu sekaligus Produser Ria Prawiro menyadari, musik instrumental di Indonesia, belum bisa menjadi ladang bisnis yang cepat menangguk ‘cuan’.

Namun, ketika merilis album ini, ia punya pertimbangan sendiri. “Kita berkarya tidak melulu harus melihat pasar. Kejujuran dalam berkreasi juga dapat menjadi rasa yang layak mendapat apresiasi dari diri sendiri,“ ungkapnya beropini.

“Secara umum album ini bisa menjadi sebuah harapan. Jika berhasil disukai pendengar, ini bakal menjadi sukacita dan kepuasan tersendiri bagi kami,” Ria menambahkan

Workshop Bahasa Musik Alien

Album instrumental berjudul “Kesatu”, berisi 7 lagu easy listening lembut. Memuat re-make lagu karya Ria Prawiro yang pernah dipublikasikan. Antara lain : “Kalau” (1987), “Oh Cinta” (2010), “Kekasih Jiwa” (2010), “Kita” (2017), “You’re the One” (2000), “Abdimu” (2000), “Lewati Badai” (2010).

Gihon Lohanda yang bertugas rangkap sebagai gitaris, pemain bass, vokalis juga bekerja untuk mixing dan mastering, mengaku proses pengerjaan album “Kesatu” terhitung sangat cepat.

“Kami melakukan workshop dan menginap di villa Kinasih Bogor. Selama empat hari, kami membuat aransemen dan merekam sampai 11 lagu!” ucap Gihon yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro sejak tahun 2011.

Belakangan, setelah rekaman selesai, Gihon bisa merasakan, “Lagu yang digarap lewat workshop dan menginap dengan suasana sejuk pegunungan, hasilnya sama sekali berbeda, dibanding rekaman hanya dalam studio biasa!” ungkap dosen Conservatory Music di Universitas Pelita Harapan ini.

Juan Mandagie, pianis muda yang berkolaborasi di album ini menyetujui pendapat Gihon. Namun menurut Juan, harus diakui juga bahwa kesulitan dan tantangan yang dihadapi , juga jauh berbeda.

“Apalagi, lagu yang mau diaransemen baru diberikan di tempat, terus langsung disuruh bikin aransemen dalam waktu 30 menit. Abis itu take 2 jam, preview rough mixing 15 menit. Waktu yang singkat bukan?” ujar Juan dengan tertawa.

Karena itu Juan merasa, saat workshop berjalan, banyak moment berkesan yang dilalui bersama Ria Prawiro. Salah satunya, “Mama Iya selalu menyediakan menu makanan yang mengalir seharian,” katanya tertawa.

Di tengah itu, karena suasana kerja kreatif yang sangat hectic, “Kami kadang mengandalkan bahasa alien dalam mentranslate melodi maupun ritmik,” ujar Juan.

Lagu Kita Hits Jadi Challenge di Instagram

Juan mengaku sangat puas dengan hasil yang terdengar dalam album “Kesatu”. Ia menyebut album ini sebagai Chill and Sopisticated.

“Saya paling suka dengan lagu berjudul “Kekasih Jiwa”. Karena saya ikutan nyanyi di situ,” ungkap Juan yang sudah bekerja sama dengan Ria Prawiro sejak tahun 2017, salah satunya lewat “Tetap Cinta” yang dinyanyikan Mark Pattie.

Sementara Gihon menyukai lagu “Kalau”. Dengan alasan, “Nuansa nusiknya seru, ada nuansa seperti musik Tibet. Jadi seperti world music, tapi juga ada jazz instrumental, easy listening,” kata Gihon yang bersama Archipelago Orchestra banyak membuat pagelaran di dalam maupun di luar negeri.

Untuk lebih menggemakan kehadiran album produksi Kariza Production, Juan dan Gihon sepakat membuat video challenge dari lagu “Kita” di Instagram. Di mana mereka mengajak musisi muda untuk ikut memainkan lagu tersebut.

“Ternyata, banyak musisi muda berbakat yang ikut sebagai peserta dan mengirim videonya pada kami. Saya sangat senang lihatnya,” ungkap Ria Prawiro. st