Selamatkan Garis Pantai, Polda Jateng ‘Mageri Segara’

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam/IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dan Gubernur Ganjar Pranowo pada kegiatan 'Polda Jateng Mageri Segara' di perairan Bedono Sayung Demak. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Polda Jateng ‘Mageri Segara’ sukses digelar di perairan Bedono, Sayung, Demak, Selasa (12/10/2021). Sejuta bibit mangrove ditanam serentak di 16 polres jajaran Polda Jateng, demi memelihara garis pantai berikut ekosistem di dalamnya dari gerusan abrasi.

Turut menanam mangrove bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan 470 lebih komunitas pemerhati lingkungan adalah Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Di samping juga Kapolres AKBP Budi Adhy Buono, Bupati dr Hj Eisti’anah berikut pejabat Forkompimda Kabupaten Demak.

“Mageri Segara, bukan nguyahi segara lho ya. Dilaksanakan dalam rangka membuat pagar hidup di daerah sepanjang garis pantai, termasuk muara sungai pantai dengan penanaman mangrove,” kata kapolda.

‘Mageri Segara; dilakukan dengan penanaman bibit mangrove di perairan Bedono, Sayung, Demak. Foto: rie

Karena masih merupakan rangkaian pemulihan ekonomi pasca-COVID-19, maka selain penanaman mangrove, dilaksanakan pula bakti sosial penyerahan 500 paket bantuan bahan pokok. Selain itu juga percepatan vaksinasi dengan target 2.000 dosis, serta panen 7 ton kerang budidaya petani binaan Polairut Jateng berkoordinasi Baznas.

Sehubungan mangrove yang ditanam sebanyak 1.000.000 batang menjadikan kegiatan ‘Polda Jateng Mageri Segara’ memecahkan rekor MURI. Mengungguli rekor sebelumnya yang diraih Polda Sumatera Utara, yakni penanaman serentak 280.000 batang mangrove.

“Yang terpenting adalah efek triger atau pemantik dari gerakan penanaman mangrove terhadap kesadaran masyarakat pesisir memelihara lingkungan sekitar mereka. Sebab menanam itu mudah, justru yang sulit adalah memeliharanya,” tandas Kapolda Ahmad Luthfi.

Pada saat sama Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, kondisi memprihatinkan saat ini penurunan permukaan tanah cukup tinggi, pun permukaan air yang cepat naik pula. Selain akibat pengambilan air tanah berlebihan. Tata ruang yang salah juga turut andil.

“Adanya penanaman mangrove mudah-mudahan bisa menjadi sumber kehidupan. Terlebih mangrove bisa ditanam kapan saja, tinggal melihat arah gelombang saja supaya survive. Maka tidak hanya mageri segara namun mampu juga selamatkan bumi dan lingkungan sekitarnya,” tutup Ganjar. rie-yds