By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Serba Serbi Transportasi Kereta Api
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Serba Serbi Transportasi Kereta Api

Last updated: 22 Desember 2021 21:30 21:30
Jatengdaily.com
Published: 22 Desember 2021 21:30
Share
SHARE

Oleh: Ayu Lailal Barikha, STr Stat
Statistisi Ahli Pertama pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan

TRANSPORTASI bukan lagi hal yang asing bagi penduduk Kota Pekalongan. Transportasi memudahkan berbagai kegiatan masyarakat. Transportasi menjadi moda penghubung satu tempat dengan tempat yang lain. Selain menjadi moda angkutan bagi masyarakat, transportasi juga dapat digunakan sebagai media untuk mendukung pertumbuhan perkembangan daerah. Contohnya menjadi sarana pengiriman paket barang untuk pembelian online yang semakin menjamur.

Jarak bukan lagi menjadi hal yang dipermasalahkan karena pilihan moda yang makin beragam seperti transportasi udara, transportasi laut, dan transportasi darat. Transportasi menjadi bagian dari fenomena khas penduduk kita yaitu mudik. Bahkan pemerintah mengambil langkah-langkah khusus untuk mengantisipasi meledaknya permintaan masyarakat terhadap moda transportasi saat terjadi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri.

Transportasi darat menjadi primadona masyarakat. Biaya yang relatif lebih murah dibandingkan moda transportasi lain dan juga lebih mudah ditemukan dimana saja. Transportasi darat juga memiliki jangkauan yang sangat luas. Penggunaan transportasi darat tidak hanya terbatas pada jarak di dalam kota, bahkan bisa menjangkau antar provinsi.

Kapasitas dan muatannya pun sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Masyarakat dapat memilih moda transportasi darat kendaraan roda dua, roda empat, bus, hingga kereta api. Kereta api menjadi favorit baru masyarakat untuk melakukan mobilitas antar kota dan antar provinsi karena biaya relatif terjangkau dan fasilitas yang nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

Terjangan pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh dunia mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali bidang transportasi. Kasus Covid-19 pertama yang dilaporkan ditemukan di Indonesia pada bulan Maret 2020. Masyarakat pun dilanda kekhawatiran karena pandemi Covid-19.

Pemerintah merumuskan berbagai ketentuan dan peraturan-peraturan kegiatan selama masa pandemi Covid-19 sebagai upaya menanggulangi kelumpuhan berbagai sektor. Sehingga ditetapkanlah new normal sebagai pedoman pelaksanaan berbagai sektor kegiatan di masa pandemi Covid-19. New normal di bidang transportasi turut dilaksanakan.

Prinsip pelaksanaan new normal bidang transportasi adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu prinsip pembatasan dan jaga jarak, menggunakan masker, dan pengukuran suhu tubuh penumpang. Pengguna transportasi kereta api tentunya harus bersiap melaksanakan new normal saat akan bepergian menggunakan kereta api.

Dilansir dari website PT.KAI, mulai tanggal 21 Oktober 2021, persyaratan naik kereta api aglomerasi adalah sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama. Sedangkan untuk penumpang kereta api jarak jauh adalah wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini berdampak pada penurunan jumlah penumpang kereta api selama tahun 2020.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan selama tahun 2020 , jumlah penumpang kereta api melalui Stasiun KA Kota Pekalongan secara umum mengalami penurunan yang cukup tajam dibandingkan tahun 2019. Penurunan ini terjadi mulai bulan Maret 2020, dimana jumlah penumpang turun sebanyak 17.862 penumpang dibandingkan bulan Februari 2020. Pada bulan April 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat tajam menjadi 5.874 penumpang, atau turun sebanyak 86,39 persen dibandingkan bulan Maret 2020.

PT.KAI menyediakan loket untuk melakukan Rapid Test Antigen di staisun kereta api sehingga memudahkan penumpang kereta api jarak jauh untuk melengkapi syarat-syarat perjalanan jarak jauh. Selama perjalanan juga dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, serta selama di dalam kereta penumpang dilarang berbicara satu maupun dua arah melalui telelon ataupun secara langsung.

Hasilnya, mulai terjadi peningkatan jumlah penumpang mulai bulan Oktober 2020 sehingga jumlah penumpang menjadi 17.117 orang. Diharapkan masyarakat pengguna moda transportasi agar selalu menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan dapat tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Jatengdaily.com-st

 

 

You Might Also Like

Mengejar Target Air Bersih untuk Semua
Mengapa Gen Z Lebih Sibuk Memoles Wajah daripada Ijazah?
Tragedi Mengerikan di Kanjuruhan
Menghidupkan Kembali Dongeng Panji
Penerbitan Kontrak Dini, Upaya Percepatan Belanja Pemerintah
TAGGED:angkutan massalprimadona masyarakatSerba Serbi Transportasi Kereta Api
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?