Keisha Ataya Yumna, siswi kela 8A SMP IT PAPB Semarang membacakan puisi karya guru Bahasa Jawa SMP IT PAPB Semarang Riya Pramesti, pada kegiatan virtual upacara Hari Pramuka ke-60 yang diikuti siswa kelas 7, 8, 9. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dari sudut jendela kaca, Melayang jauh pandangan mata, Kujumpai banyak jiwa merasa resah, Menatap pandemi tak kian sudah…

Itulah penggalan sebait, dari enam bait puisi karya guru Bahasa Jawa SMP Islam Terpadu (IT) PAPB Semarang, Riya Pramesti, yang dibacakan oleh Keisha Ataya Yumna, siswa kelas 8A, pada peringatan Hari Pramuka ke-60 yang secara offline diikuti guru, tenaga pendidik, dan virtual via zoom meeting diikuti siswa kelas 7, 8, 9, di rumah masing-masing, Sabtu (15/8/2021).

Kepala SMP IT PAPB  Ramelan SH MH, dalam sambutannya mengucapkan Hari Pramuka ke-60 untuk semua peserta upacara virtual.

“Saya ucapkan, selamat Hari Pramuka ke-60. Jiwa pramuka yang semangat, produktif, inovatif, kreatif, harus kita miliki. Tetapi perlu diingat, ini masih Pandemi Covid-19. Tetap jaga prokes, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Ramelan juga menegaskan kepada siswa, agar tetap semangat belajar, lebih giat, dan tetap optimis selama pembelajaran dari rumah sebagai cara menjawab perubahan yang cepat.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  ini butuh banyak generasi yang hebat, tanggap, dan cerdas, serta berakhlak. Apalagi, dunia ini berubah dengan cepat. Tentu bila anak-anakku semua giat belajar, tantangan dunia yang cepat berubah, akan sangat bisa dilalui, dikuasai dengan menggunakan kecerdasan ilmu sebagai hasil belajar guna menjawab tantangan perubahan,” ungkapnya.

Sementara itu Waka Humas Wikaning Tiyas mengatakan, persembahan puisi karya guru ini bagian dari kreatifitas mencipta literasi dan menampilkanya memperingati Hari Pramuka yang kental dengan upacara seremonial.

“Bila peringatan Hari Pramuka cuman dengan upacara, tentu akan kering dari makna. Maka puisi karya guru berjudul “Kita Pramuka” ini adalah ekpresi mendalam jiwa kepramukaan yang dinarasikan melalui bait-bait puisi sebagai wujud semangat mencipta literasi,” jelasnya. She