Mulai Krisis Air, Warga Kebon Taman Cuci Baju di Sungai

Seorang warga Kebon Taman, Kalikayen, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mengalami krisis air akibat musim kemarau sehingga harus mencuci pakaian di sungai. Foto : Budhi

UNGARAN (Jatengdaily.com)- Warga Dusun Kebon Taman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terpaksa harus mandi dan mencuci pakaian di sungai akibat musim kemarau. Sebagian warga juga harus membeli air bersih kemasan galon untuk kebutuhan memasak dan air minum karena debit air sumur terus menyusut, bahkan sudah ada sumur yang kering.

Air sungai di Dusun Kebon Taman yang dimanfaatkan warga debitnya kecil. Kondisi air terlihat terlalu keruh. Tapi air sungai bercampur berbagai jenis sampah.

‘’Sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk cuci pakaian dan mandi. Mau bagaimana lagi, kondisinya memang seperti ini (sulit air akibat kemarau, red),’’ tutur Sri Wahyuni (38), salah satu warga Dusun Kebon Taman, Rabu (26/6/2019).

Menurut Sri Wahyuni (38), warga sudah mulai merasakan kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sejak awal ramadhan lalu. Bahkan beberapa pekan terakhir warga terpaksa mencuci pakaiaan dan mandi di sungai yang airnya nyaris kering.

‘’Debit air sumur terus menyusut, sehingga warga harus menghemat air sumur hanya untuk keperluan memasak dan air minum. Sebagian warga juga harus membeli air galon untuk masak dan minum karena sumurnya sudah ada yang kering, ’’ ungkapnya.

Sri mengaku dirinya juga membeli air bersih kemasan galon untuk memasak dan minum lantaran debit air sumur di rumahnya semakin berkurang. Sehingga saat ini pngeluarannya selama sebulan bertambah untuk membeli air bersih.

‘’Kalau hanya mengandalkan air sumur tidak cukup. Saya beli air bersih per galonnya Rp 5.000, dalam seminggu bisa habis tiga sampai empat galon sehingga seminggu mengeluarkan uang beli air bersih antara Rp 15.000-Rp 20.000,’’ ujarnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Semarang, dr Mundjirin mengakui setiap musim kemarau ada sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang rawan kekeringan. Setidaknya ada 7 wilayah kecamatan yang termasuk langganan kekeringan. ‘’Mudah-mudahan kemarau tahun ini tidak sampai meluas. Sehingga warga yang butuh bantuan air bersih tercukupi,’’ katanya.

Bupati mengapresiasi jika ada pihak swasta atau perusahaan di Kabupaten Semarang yang mau peduli memberikan bantuan air bersih bagi warga di wilayah kekeringan. ‘’Kalau ada perusahaan mau membantu air bersih tanpa diminta, itu bagus. Saya harap banyak perusahaan yang peduli,’’ tandasnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan, tahun ini APBD Kabupaten Semarang mengalokasikan bantuan air bersih sebanyak 307 tangki dengan kapasitas 5.000 liter per tangki. ‘’Kalau ada wilayah kesulitan air bersih terdampak kekeringan kita siap bantu air bersih. Silahkan melapor ke BPBD melalui desa/kelurahan, segera kita droping air bersih,’’ ujarnya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here