Tangkap Terduga Pencuri Ikan, Kakek 74 Tahun Malah Dibui

Kolam ikan warga Pasir Mijen yang dijaga Mbah Minto, lokasi terjadinya penganiayaan orang yang disangka melakukan pencurian. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Nasib apes dialami Kasminto (74). Di usianya yang senja, pria sebatang kara itu justru tersandung kasus hukum, sehubungan pekerjaannya sebagai penjaga kolam dan kebun di Desa Pasir Kecamatan Mijen.

Sebagaimana diungkapkan Direktur LBH Demak Raya, Haryanto SH MH, kejadian bermula ketika 7 September 2021 Mbah Minto, demikian sapaan akrabnya, menangkap pria terduga pelaku pencurian di kolam ikan milik Suhadak, warga Pasir Mijen.

Namun karena dia melumpuhkan orang yang disangka pencuri itu menggunakan sabit atau senjata tajam, justru Mbah Minto kini dibui dengan status tahanan Kejaksaan Negeri Demak.

“Kronologi dugaan penganiayaan yang ditudingkan pada Mbah Minto bermula ketika pada Selasa (7/9/2021) sekitar pukul 21.00, Mbah Minto memergoki pelapor berada di kolam sedang mencuri ikan mengunakan alat setrum. Menyadari hal tersebut si pencuri mengarahkan setrumnya ke arah mbah Minto, yang secara spontan mengambil sabit dan langsung menyerang pencuri,” ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Menurut Haryanto, yang dilakukan mbah Minto telah memenuhi unsur Pasal 49 ayat (1) KUHP. Yakni ‘Barangsiapa terpaksa melakukan perbuatan untuk pembelaan, karena ada serangan atau ancaman serangan ketika itu yang melawan hukum, terhadap diri sendiri maupun orang lain, terhadap kehormatan kesusilaan (eerbaarheid) atau harta benda sendiri maupun orang lain, tidak dipidana. “Maka Mbah Minto tidak seharusnya dipidana,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Pasir, Karyono mengungkapkan, pemilik kolam yang menjadi korban pencurian sudah melakukan pengaduan dugaan tindak pidana pencurian ke Polres Demak. Akan tetapi sampai saat ini belum ada perkembangan terkait pengaduan itu tuturnya.

Pada saat sama, tokoh pemuda Desa Pasir Jumadi berharap, proses penegakan hukum terkait kasus Mbah Minto berjalan dengan prinsip keadilan.

“Jika Mbah Minto diproses hukum karena dituduh melakukan penganiayaan, maka pelapor juga harus diproses karena melakukan tindak pidana pencurian ikan menggunakan strum,” ujarnya.

Dikonfirmasi mengenai kasus Mbah Minto, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat.

Pelaporan terhadap Mbah Minto sudah dilimpahkan ke Kejari Demak, sedangkan pelaporan terkait dugaan pencurian di kolam ikan warga Pasir Mijen sedang dalam penyelidikan dan pengembangan.

“Ketika sudah memenuhi unsur pidana, kami pastikan para tersangka ditindak sesuai hukum yang berlaku. Sedangkan mengenai Mbah Minto, menurut keterangan penyidik kami, mestinya Mbah Minto bisa meneriakinya maling ketika mencurigai adanya tindak pencurian, sehingga masyarakat bisa turut membekuk si pelaku. Bukan bertindak sendiri,” tandas kapolres. rie-yds