SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dosen Fakultas Ekonomi Unissula, Sri Anik SE MSi  berhasil meraih gelar doktor dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip, baru-baru ini. Ia mengangkat judul disertasi Kekerabatan, Tabayyun dan Pemimpin Yang Religius: Akuntabilitas dalam Bingkai Organisasi  Bisnis yang Islami.

Menurut Sri Anik kekerabatan yang diberikan oleh organisasi Islam (BMT)  untuk  memenuhi kebutuhan akheratnya agar manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi  dapat menjalankan  akuntabilitas dan transparansi secara benar sesuai dengan prinsip syariah.

Sementara sikap tabayyun adalah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Begitu pula dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena melakukan tabayyun dengan baik.

Pelaksanaan akuntabilitas Islam pada organisasi bisnis yang islami  diperlukan  pemimpin yang religius. Pemimpin yang religius  mengacu  kepada sifat  Rasulullah SAW: Siddiq, tableq, amanah, dan fathanah.

Adapun tujuan penelitiannya untuk menggali fenomena pelaksanaan akuntabilitas Islam  dalam penyusunan pelaporan keuangan  organisasi Islam   sebagai  bentuk pengungkapan   orang-orang yang terlibat dalam penyusunan pelaporan keuangan terhadap pelaksanaan akuntabilitas Islam.

“Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan makna dibalik  realitas  pelaksanaan akuntabilitas Islam  dalam  penyusunan pelaporan keuangan pada organisasi bisnis yang  islami. Dan tujuan  yang terakhir dari penelitian ini adalah untuk  menganalisis makna  dibalik realitas pelaksanaan akuntabilitas Islam dalam  penyusunan  pelaporan keuangan pada  organisasi bisnis yang islami”, ungkapnya.

Penelitiannya merupakan penelitian kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah  paradigma interpretif  dan fenomenologi  transendental. Penelitian menggunakan seting penelitian KSPPS BMT Bina Umat Sejahtera (BUS) Lasem.

“Penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas  Islami  merupakan akuntabilitas berbasis  syari’ah    dengan fokus  pada pertanggungjawaban kepada Allah dan pertanggungjawaban kepada  sesama manusia yang dibingkai oleh kekerabatan,  sikap tabayyun, dan  kepemimpinan islami ( pemimpin yang  religius)”, pungkasnya.

Adapun tim penguji terdiri dari Prof Anis Chariri SE MCom PhD, Dr Syaikhul Falah SE MSi, Surya Raharja SE MSi Akt PhD, Tri Jatmiko Wahyu Prabowo SE MSi PhD, Prof Abdul Rohman SE MSi, dan Dr Jaka Isgiyarta MSi Akt. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here