Walikota Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Walikota  Semarang H. Hendrar Prihadi, S.E., M.M baru saja menyelesaikan program studi (S-3) dan berhak menyandang gelar Doktor usai mengikuti sidang promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (29/9/2021) malam.

Walikota Semarang dua periode tersebut lulus meraih predikat cumlaude. Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengusung disertasi dengan judul Model Tata Kelola Kota Cerdas Kota Semarang.

Kelahiran Semarang 30 Maret 1971 ini menyampaikan judul karya ilmiah tersebut dilatarbelakangi kondisi permasalahan dan tantangan perkotaan di era global sekarang ini. Termasuk diantaranya adalah Kota Semarang.

Dari masalah dan tantangan tersebut Hendi kemudian mencari solusi cerdas dan konsep cerdas. Kemudian Hendi melihat implementasi di kota-kota besar di Indonesia dan hasilnya sangat beragam dan berbeda-beda. Lalu muncul pertanyaan, Bagaimana Kota Semarang?

Dari situlah Hendi melakukan evaluasi kota cerdas Semarang dan kemudian muncul rekontruksi kota cerdas Semarang atau smart city. Dari hasil analisis itulah muncul penelitian di Kota Semarang yang dipimpinnya dengan Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang.

Dari hasil penelitiannya, Hendi mengatakan ada lima tujuan yang dijelakan dalam penelitian tersebut. Di antaranya, pertama, menganalisis tujuan dari Konsep tata Kelola Kota Cerdas Semarang. Kedua, menganalisis Tata Kelola Kota Cerdas Semarang sebelum dan sesudah dideklaarasikan oleh Wali Kota Tahun 2013.

Ketiga, Menganalisis faktor-faktor yang mendukung penyelenggaraan Kota Cerdas Semarang periode 2013-2020. Keempat, menganalisis kondisi kekinian yang memunculkan faktor-faktor baru bagi pengembangan tata kelola kota cerdas ke depan. Kelima, merekontruksi tata Kelola Kota Cerdas Semarang sesuai dengan tuntutan perubahan perkembangan kota lima tahun ke depan.

“Atas dasar tujuan penelitian tersebut berdasarkan hasil analisis kualitatif maka muncul tentang Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang yang dapat digunakan untuk model kota cerdas pada pemerintah daerah (dalam hal ini kota atau kabupaten) di Indonesia termasuk di Kota Semarang,” tulis Hendi pada Bab VI halaman 339.

Hendi juga menjelaskan, temuan dan hasil pembahasan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana penilaian terhadap model tata kelola kota cerdas Semarang beserta determinan atau faktor-faktor penentunya. Poin penting hasil rekontruksi ini dengan model kota cerdas memiliki keunikan atau pembeda dengan model lainnya.

“Model Tata Kelola Kota Cerdas Semarang dapat menjawab pertanyaan besar permasalahan perkotaan, yaitu dapat menyelesaikan isu-isu strategis perkotaan sesuai RPJMD pada Milestone RPJPD. Kemudian, menyelesaikan isu strategis dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan inovasi-inovasi program baru sesuai kearifan lokan serta mengikuti regulasi yang ada. Hasilnya dari berbagai penilaian banyak pihak dinyatakan baik,” jelasnya.

Selanjutnya dalam penyelenggaraan Model Kota Cerdas Semarang ditemukan tujuh faktor yang mempengaruhi.

Sebanyak tujuh Faktor ini juga didukung oleh berbagai leteratur menegani Kota Cerdas serta dikuatkan dari berbagai wawancara dengan para pakar Kota Cerdas.

Adapun tujuh faktor tersebut adalah Kepemimpinan, Kebijakan Publik, E-Government/Sistem Pemerintah Berbasih Elektronik, Hubungan Kelembagaan, Sosial Masyarakat, Interaksi Pemanku Kepentingan serta Aspek Religius.

Hendi mengaku, pendidikan doktor ilmu sosial dan politik yang ia ambil merupakan bagian dari merefresh diri. Pasalnya, setiap hari ia selalu bertemu masyarakat. Ia merasa lupa dengan wawasan dan pengetahuan yang baru.

“Setiap hari rutinitas pagi, siang, sore, dan malam hari ketemu masyarakat. Kadang-kadang saya merasa lupa wawasan pengetahuan yang baru apa. Jadi, saya ibaratkan ini merefresh diri saya,” papar Hendi yang mengambil pendidikan doktor tersebut sejak tahun 2018 ini.

Suami Krisseptiana ini mengatakan, pendidikan yang ia tempuh untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dia berharap ilmu yang didapatkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan disertasi saya tentang Kota Semarang dalam menerapkan kota cerdas atau smart city ini, memberikan manfaat,” ucapnya, dilansir dari laman eresmi Undip.

Selama kepemimpinannya, Hendi pun telah melakukan berbagai upaya mewujudkan Kota Semarang sebagai smart city. Program-program berbasis smart city ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semisal, sistem pelaporan dengan Lapor Hendi.

Ini memudahkan masyarakat dan bisa ditangani secara cepat. Pengurusan perizinan maupun administrasi kependudukan secara online juga sudah diterapkan. Pemasangan CCTV di setiap RT juga bagian dari menunjang Kota Semarang sebagai smart city.

Sementara dalam ujian promosi doktor Wali Kota Semarang diuji beberapa ahli dosen di Undip di antaranya, Penguji Internal Dr. Muhammad Adnan, M.A, Penguji Eksternal Prof. Dr. Sanjaya, SE,. S.Kom, MS.IEC, Promotor Prof Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D, Sekertaris Sidang/Co Promotor I Yuwanto. Ph.D, Co Promotor II Dr. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin dan Ketua Sidang Dr. Drs. Hardi Warsono. MTP. she