Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani (Klaten) terpilih sebagai Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional (LCPN) 2021. Dalam lomba yang diumumkan Jumat 13 Agustus 2021 lalu, puisi Trybuana berjudul “Perjalanan Mengenang Paling Panjang” mendapatkan total nilai tertinggi dibandingkan ratusan puisi lain yang dikirim para peserta dari seluruh Indonesia.

Salah seorang dewan juri Gunoto Saparie (Semarang) mengatakan, lomba cipta puisi itu diselenggarakan oleh Prestasi Kita Purwokerto dengan mengambil tema tentang kenangan. Selain dirinya, dua juri lain dalam lomba itu adalah Pringadi Abdi Surya (Palembang), dan Royyan Julian (Surabaya).

“Para juri melakukan penilaian puisi para peserta dengan kriteria orisinalitas atau keaslian, gaya bahasa dan diksi, dan pesan yang disampaikan,” kata Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah ini, Minggu (15/08/2021).

Gunoto menambahkan, sebagai juara kedua dalam lomba cipta puisi itu adalah Dadang Ari Murtono (Mojokerto) dengan karyanya “Tugu Peluru”. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Nafi Abdullah (Karanganyar) dengan puisi berjudul “Hatidza, Seorang Ibu Srebrenica”.

Di samping itu, lanjut Gunoto, pesera yang menduduki peringkat keempat dan kelima adalah Adenar Dirham (Jakarta) dan Kurnia Effendi (Jakarta). Mereka menampilkan puisi masing-masing berjudul “Ritus Negeri Batu” dan “Andai Tiada Jalan ke Sana”.

“Ttybuana dengan puisinya ‘Tak Ada Tahun Baru di Kota ini’ pun menduduki peringkat keenam. Memang ada ketentuan dari panitia, peserta boleh mengirimkan lebih dari satu puisi, sehingga memungkinkan mendapatkan dua atau tiga kejuaraan,” ujarnya.

Sedangkan peringkat ketujuh, lanjut Gunoto, diduduki oleh Tito Tri Kadafi (Banten) dengan puisi “Ruang Redaksi Koran Yogyakarta Sebelum 1971”. Peringkat kedelapan Badruz Zaman (Sumenep) dengan karya “Ibukota yang Tabah, Anak Putu yang Ramah”. Peringkat kesembilan Ahmad Ijazi H. (Pekanbaru) dengan sajak “Menimang Kenangan di Tanah Kampung Surga”. Sementara peringkat kesepuluh digapai Budi Saputra (Pekanbaru) dengan puisi “Memorabilia Rempang-Galang”. st