Wagub Jateng. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Jamiiyyatul Qurra’wal Huffadz (JQH) sebagai organisasi yang membidangi literasi Alquran diharapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bisa membantu pemahaman Alquran secara utuh.

Harapan ini disampaikan Wagub saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Provinsi Jateng, di Masjid Agung Jawa Tengah, pekan ini.

Putra Almarhum KH Maimoen Zubair itu menyampaikan, jika Alquran adalah pokok ilmu agama Islam. Dalam memahaminya, butuh ahli tafsir.

“Alquran tidak letterlek dalam memahaminya. Kita butuh ahli tafsir yang membidangi Alquran. Sehingga Alquran diterjemahkan kepada masyarakat bukan atas pemikiran kita, bukan atas terjemahannya, tetapi bagaimana kita melihat Nuzulul Qurannya, bagaimana kita melihat dari sebab-sebab turunnya wahyu, sehingga saya berharap JQH bisa memanagemen pondok pesantren menjadi satu kesatuan,” papar wagub yang juga punya sebutan Panglima Santri Gayeng ini.

Lebih lanjut, Gus Yasin sapaan akrab wagub ini mengatakan, harapan ini disampaikan karena setiap pondok pesantren memiliki konsentrasi masing-masing. Antara lain, ada yang membidangi hafalan Quran, ada yang membidangi memperbaiki bacaan Quran dan ada yang fokus pada tafsirnya. Apabila JQH bisa me-manage konsentrasi di setiap pondok pesantren, maka pemahaman Al-Qur’an semakin utuh. Dengan pemahaman Alquran yang semakin utuh, persoalan kerukunan beragama yang menjadi salah satu kekhawatiran pemerintah, akan bisa ditekan.

“Sehingga apa yang dikhawatirkan pemerintah saat ini, kerukunan beragama, kerukunan umat, ini bisa ditekan. Perpecahan umat bisa ditekan dengan adanya JQH NU,” tuturnya, dilansir Jumat (28/5/2021).

Wagub juga mengingatkan, Alquran adalah akhlak Rasulullah. Kehidupan Rasulullah tercantum di dalam Alquran. Maka, kemampuan menguasai Alquran, haruslah diimbangi dengan menerapkan akhlaknya yang sesuai dengan Alquran. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here