By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Wagub Harapkan JQH Bantu Pemahaman Alquran Secara Utuh
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wagub Harapkan JQH Bantu Pemahaman Alquran Secara Utuh

Last updated: 28 Mei 2021 07:35 07:35
Jatengdaily.com
Published: 28 Mei 2021 07:15
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Jamiiyyatul Qurra’wal Huffadz (JQH) sebagai organisasi yang membidangi literasi Alquran diharapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bisa membantu pemahaman Alquran secara utuh.

Harapan ini disampaikan Wagub saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah JQH NU Provinsi Jateng, di Masjid Agung Jawa Tengah, pekan ini.

Putra Almarhum KH Maimoen Zubair itu menyampaikan, jika Alquran adalah pokok ilmu agama Islam. Dalam memahaminya, butuh ahli tafsir.

“Alquran tidak letterlek dalam memahaminya. Kita butuh ahli tafsir yang membidangi Alquran. Sehingga Alquran diterjemahkan kepada masyarakat bukan atas pemikiran kita, bukan atas terjemahannya, tetapi bagaimana kita melihat Nuzulul Qurannya, bagaimana kita melihat dari sebab-sebab turunnya wahyu, sehingga saya berharap JQH bisa memanagemen pondok pesantren menjadi satu kesatuan,” papar wagub yang juga punya sebutan Panglima Santri Gayeng ini.

Lebih lanjut, Gus Yasin sapaan akrab wagub ini mengatakan, harapan ini disampaikan karena setiap pondok pesantren memiliki konsentrasi masing-masing. Antara lain, ada yang membidangi hafalan Quran, ada yang membidangi memperbaiki bacaan Quran dan ada yang fokus pada tafsirnya. Apabila JQH bisa me-manage konsentrasi di setiap pondok pesantren, maka pemahaman Al-Qur’an semakin utuh. Dengan pemahaman Alquran yang semakin utuh, persoalan kerukunan beragama yang menjadi salah satu kekhawatiran pemerintah, akan bisa ditekan.

“Sehingga apa yang dikhawatirkan pemerintah saat ini, kerukunan beragama, kerukunan umat, ini bisa ditekan. Perpecahan umat bisa ditekan dengan adanya JQH NU,” tuturnya, dilansir Jumat (28/5/2021).

Wagub juga mengingatkan, Alquran adalah akhlak Rasulullah. Kehidupan Rasulullah tercantum di dalam Alquran. Maka, kemampuan menguasai Alquran, haruslah diimbangi dengan menerapkan akhlaknya yang sesuai dengan Alquran. She

You Might Also Like

Kemensos Kebut Renovasi Sekolah Rakyat di Temanggung
Mega Ngaku Repot saat Posko Prabowo Pindah Jateng
Hasil Evaluasi Kemenpan, SPBE Kementerian Agama Masuk Kategori Sangat Baik
Peduli Duafa, RSI NU Berkurban
Gelar UTBK SBMPTN, UNDIP Siapkan Prokes Ketat
TAGGED:Jamiiyyatul Qurra'wal Huffadzwagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?