By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satu Pena DKI Berglamping Sastra di Baturaden
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsSeni Budaya

Satu Pena DKI Berglamping Sastra di Baturaden

Last updated: 6 Juli 2022 05:22 05:22
Jatengdaily.com
Published: 6 Juli 2022 05:21
Share
Sejumlah pengurus dan anggota Satupena DKI Jakarta berfoto bersama di sela-sela Glamping Sastra Indonesia 2022 di Baturaden, Banyumas. Foto:dok
SHARE

BANYUMAS (Jatengdaily.com) – Sejumlah pengurus dan anggota Satupena DKI Jakarta mengikuti acara Glamping Sastra Indonesia 2022 di Baturaden Adventure Forest, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu, 2-3 Juli 2022. Keikutsertaan mereka itu untuk memberi semangat berkarya dalam penulisan di segala bidang ilmu pengetahuan.

Ketua Umum Satupena DKI Jakarta Nia Samsihono mengatakan, para pengurus dan anggota Satupena DKI Jakarta itu bertemu dan berdiskusi dengan para penulis, sastrawan, pejabat, dan pegiat sastra dari berbagai daerah atau kota di Indonesia. Pada kesempatan itu ternyata juga hadir Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie dan Ketua Umum Satupena Daerah Istimewa Yogyakarta, Dhenok Kristianti. Selain itu, sejumlah pengurus Satupena Jawa Tengah pun ikut berpartisipasi dalam glamping sastra tersebut.

“Kesempatan itu kami manfaatkan di sela-sela kegiatan untuk bertukar pikiran secara informal. Antara lain bagaimana mempersiapkan secara administratif untuk membuat laporan keberadaan Satupena di tiap provinsi,” kata Nia yang juga Ketua Komunitas Glamping Sastra Indonesia.

Nia menambahkan, kegiatan glamping sastra diselenggarakan secara sangat santai dan jauh dari kesan formal walau dihadiri oleh para pejabat di wilayah Kabupaten Banyumas.

Selain itu, lanjut Nia, hadir juga sastrawan Ahmad Tohari beserta istri. Beliau baru saja merayakan ulang tahun yang ke-74 dan berkenan ikut kegiatan dengan tidur di tenda di alam terbuka. Ahmad Tohari adalah pengarang trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dinihari (1985), dan Jantera Bianglala (1986).

Menurut Nia, Ahmad Tohari dilahirkan pada tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah dari keluarga santri. Ayahnya seorang kiai (pegawai KUA) dan ibunya pedagang kain. Ahmad Tohari beristri Sitti Syamsiah yang bekerja sebagai guru SD. Dari perkawinannya itu, ia dikaruniai lima orang anak. Sangat menarik bahwa suami istri yang sudah berumur itu aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Glamping Sastra, bahkan istri Ahmad Tohari berkenan menyanyi di depan para peserta dengan lagu bahasa Jawa yang diciptaksnnya sendiri berjudul “Udan”.

Ssilaturahmi Bermanfaat

Acara Glamping Sastra ini, demikian Nia, bagi anggota Satupena DKI Jakarta merupakan tempat untuk bersilaturahmi, menimba ilmu, dan bersentuhan langsung dengan alam. Pada acara itu anggota Satupena DKI Jakarta dapat berdiskusi langsung dengan para penulis yang hadir. Di samping itu mereka juga mendapatkan kiat tentang bagaimana menuliskan teori dari ilmu pengetahuan tertentu dengan media karya sastra. Kiat ini dibagikan oleh Erina Yatmasari, peserta dari Surabaya yang menjadi dokter dan menulis buku berjudul Entomologi Medis dengan Pantun. Selain itu anggota Satupena DKI Jakarta terlibat aktif berdiskusi dengan dokter Handrawan Nadesul tentang kesusastraan dan kesehatan.

Nia menambahkab, silaturahmi dengan alam juga dilakukan pada kegiatan Glamping Sastra, yaitu para peserta diajak untuk berjalan melintasi jalan setapak memasuki hutan damar di Gunung Slamet Baturaden. Berbagai tumbuhan ditemukan di hutan damar.

“Alam yang memesona, udara yang bersih, tawa canda yang menggena mempererat tali persaudaraan di antara peserta Glamping Sastra Indonesia, yang semula belum kenal menjadi saling kenal, ” katanya.

Nia berharap, sebuah buku nanti akan diterbitkan oleh anggota Satupena DKI Jakarta setelah pulang dari menjelajah alam Baturaden di pungung Gunung Slamet. Perjalanan yang ditempuh selama 6–7 jam dari Jakarta ke area Glamping Sastra Indonesia di Baturaden beserta kegiatannya akan dituangkan dalam bentuk tulisan oleh anggota Satupena DKI Jakarta, baik dalam bentuk puisi maupun prosa. Baik fiksi maupun nonfiksi.st

You Might Also Like

RB Rembang Semen Gresik Jadi Rujukan Studi Banding Koordinator RB se-Jateng
Pemalang Ekspo Libatkan Pelaku UMKM & Desa Wisata
Meski Persiapan Mepet, PSIS Tetap Siap Hadapi Kompetisi Liga 1
Jusuf Kalla akan Gembleng Pengurus Takmir Masjid se-Kota Semarang
Panitia PMB Unissula Gagalkan Aksi Curang Calon Mahasiswa Kedokteran
TAGGED:Berglamping Sastra di BaturadensastrawanSatu Pena DKI Jakarta
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?