By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Angka COVID-19 Melonjak, PTM di Semarang dan Solo Dihentikan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Angka COVID-19 Melonjak, PTM di Semarang dan Solo Dihentikan

Last updated: 9 Februari 2022 08:42 08:42
Jatengdaily.com
Published: 9 Februari 2022 08:42
Share
Ilustrasi
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kasus COVID-19 yang terus melonjak mengakibatkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang dan Solo dihentikan untuk sementara. Penghentian juga karena ditemukannya klaster sekolah di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan tercatat ada 76 siswa dan guru yang terkonfirmasi COVID-19 di Kota Semarang. “Temuan dari sampel yang diambil mulai dari SD, SMP, hingga SMA/ SMK, tercatat 76 yang terkonfirmasi positif,” katanya Selasa (8/2/2022).

Adapun sebaran pasien yang terkonfirmasi positif tersebut, kata dia, terdapat hanya satu hingga dua kasus di satu sekolah. Selain itu, lanjut dia, terdapat klaster di dua sekolah.

Penghentian PTM yang dimulai pada Senin (7/2/2022), kata dia, akan berlangsung hingga dua minggu ke depan. “Ada kasus yang penularannya di rumah karena mobilitas orang tuanya. Harapannya tidak ada penularan antarsiswa,” katanya.

Hingga Selasa, pukul 21.00 WIB tercatat 461 pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kota Semarang. Adapun jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia total sudah mencapai 6.506 orang.

Kota Solo
Penghentian PTM juga dilakukan di Kota Solo sejak Senin (7/2/2022). Hingga Senin (7/2) kasus COVID-19 ditemukan di 37 sekolah di Kota Solo. “Selain itu juga ada dua dari perguruan tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.

Menurut dia, total ada 444 kasus penularan COVID-19 yang terjadi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Kota Surakarta.

Kendati demikian Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap PTM bisa dilaksanakan kembali pekan depan setelah dihentikan selama satu minggu. “Mudah-mudahan minggu depan bisa PTM lagi, tetapi tidak memaksa,” ungkap Gibran.

Pemerintah kota, ia mengatakan, akan melakukan evaluasi selama sepekan ke depan untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar selanjutnya dilakukan dari jarak jauh atau dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

Wali Kota mengimbau para orang tua memantau kegiatan anak dan memastikan anak menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19. “Namun tenang saja, warga tidak perlu panik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan surat edaran mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Surakarta, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran dari jarak jauh. yds

You Might Also Like

Keris Buatan Tahun 1100 Ikut Dipamerkan di Museum Ronggowarsito
Tingkatkan Keselamatan, KAI Daop 4 Semarang Perbaiki Geometri Rel di 86 Titik Perlintasan
PSIS Dukung Operator Tanggung Vaksinasi
Peringati Dies Natalis ke-38, USM Gelar Pameran EXPLOREaction di CFD Jalan Pahlawan Semarang
Jokowi Ajak Umat Kristiani Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2024
TAGGED:COVID-19Kota Semarangkota solopembelajaran tatap mukaPTMPTM dihentikan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?