Cegah Stunting, Puskesmas Demak I Periksa Hb Remaja Puteri di Sekolah

3 Min Read
Petugas Puskesmas Demak I saat mengambil sampling deteksi anemia pada 75 siswi SMA Negeri 2 Demak. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sehubungan dampak negatifnya yang mengancam masa depan bangsa, stunting masuk deret prioritas penanganan tingkat nasional. Karenanya instruksi penanganan secara ‘kroyokan’ hingga tingkat daerah diserukan, agar anak-anak Indonesia calon pemimpin bangsa terhindar dari tumbuh kerdil.

Di antara bentuk dukungan antisipasi stunting seperti dilaksanakan Puskesmas Demak I. Melalui kegiatan deteksi anemia pada remaja putri di SMA N 2 Demak, diharapkan puluhan siswi target pemeriksaan hemoglobin (Hb) yang semuanya merupakan calon ibu itu terhindar dari potensi melahirkan bayi stunting.

Kepala Puskemas Demak I dr Munarto didampingi Programer UKS Sugiyanti AMKg menjelaskan, kondisi kesehatan saat remaja saat remaja sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa. Termasuk ketika terjadi masalah gizi pada masa remaja akan meningkakan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta berisiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi pula.

Remaja putri yang menderita anemia berisiko menjadi wanita usia subur yang anemia juga. Selanjutnya menjadi ibu hamil anemia, dan ini meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting. Di samping komplikasi saat melahirkan serta beberapa risiko terkait kehamilan lainnya.

“Maka itu remaja putri harus sehat agar mereka menjadi calon-calon ibu yang sehat. Sehingga pada saat mereka hamil, dapat melahirkan anak-anak yang sehat, dan Indonesia pun bisa bebas stunting,” ujarnya, Kamis (1/9).

Pemeriksaan Hb siswi SMA Negeri 2 Demak dan sekolah-sekolah lainnya di wilayah kerja Puskesmas Demak I, disebutkan sebagai tindak lanjut upaya Dinas Kesehatan Kabupatennya Demak melalui puskesmas dalam mencegah stunting di Kota Wali dengan sasaran remaja putri.

Pemeriksaan sampling hemoglobin melalui stik Hb dengan pengambilan darah di bagian ujung jari 75 siswi beberapa waktu lalu itu dipimpin dr Amalia Arumsari, dokter umum Puskesmas Demak l.
Menurut dr Amalia, nilai Haemoglobin remaja putri yang normal adalah 12. Berdasarkan hasil sampling, tiga orang terdeteksi nilai Hb <10 dan selebihnya normal. Dari ketiga siswi tersebut salah satu di antaranya menerangkan, jika dia sering pusing dan lemas saat datang bulan. Serta mempunyai pola makan yang tidak baik.

Karenanya petugas Puskesmas Demak I menyarankan agar rutin minum tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali dan memperbaiki pola makan. Di samping mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi, seperti sayur-sayuran hijau semacam bayam dan brokoli.

Sepanjang kegiatan pemeriksaan Hb, baik petugas Puskesmas Demak I maupun siswi yang disampling mematuhi standar protokol kesehatan. Hal tersebut dalam rangka mencegah sebaran covid-19, yang saat ini masih ada dalam bentuk varian baru. rie-st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.