in

Cekal Penyakit Secara Mandiri, Puskesmas Sayung II Ajak Santri Hidup Sehat

Santri Pondok Pesantren Hidyatul Qur'an Sayung dibawah bimbingan Tim Promkes Puskesmas Sayung II saat mempraktekkan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebagai bagian PHBS di pesantren. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com) – Seiring masih adanya pandemi Covid-19 yang berkembang dengan varian-varian baru, serta mengantisipasi permasalahan kesehatan yang banyak dialami anak usia sekolah, Puskesmas Sayung II intensif ke sekolah dan pesantren mengajarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga mampu mencegah tangkal (cekal) penyakit secara mandiri.

Kepala Puskesmas Sayung II dr Bymo Sunyoto MKes menyampaikan, secara umum PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi, sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan, serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

“Khususnya pondok pesantren, ajakan hidup sehat bagi santri mendasar pada sabda Rasullullah SAW, kebersihan sebagian dari iman. Sehingga setiap muslim dianjurkan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitarnya,” tuturnya, Senin (17/10).

Maka itu PHBS di pesantren dapat dimaknai sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan warga pesantren secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Seperti disampaikan Programer Promkes Puskesmas Sayung II Fatkhul Izar, SKep Ners didampingi Promoter Kesehatan Siti Arie Zumrotun SKM saat sosialisasi PHBS di Pondok Pesantren Hidyatul Qur’an Sayung, PHBS merupakan faktor utama penentu status kesehatan masyarakat peantren mulai dari pimpinan pesantren, ustad/ustadzah, santri dan pegawai lainnya di pesantren.

Pada kegiatan yang diikuti 50 peserta itu, disampaikan tentang tujuh indikator PHBS di pesantren. Yakni Cuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengkonsumsi makan dan minuman sehat, menggunakan jamban sehat, membuang sampah di tempat sampah, tidak merokok, tidak meludah di sembarang tempat, serta memberantas jentik nyamuk.

“Dengan dipahaminya tujuh indikator PHBS di pesantren, diharapkan para antri khususnya dan warga pesantren pada umumnya dapat secara mandiri mengatasi persoalan kesehatan, maupun pencegahan penyakit yang jamak dialami para santri karena kurangnya memperhatikan faktor kesehatan seperti penyakit kulit scabies dan sejenisnya,” imbuh Fatkhul Izar.

Maka PHBS Pesantren sangat penting demi terciptanya para santri yang sehat. Hal ini disebabkan oleh karena kesehatan juga menjadi faktor penting agar para santri dapat belajar dan memahami ilmu di pesantren dengan nyaman tanpa khawatir adanya gangguan kesehatan. Di akhir acara, tim Puskesmas Sayung II mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun di bawah kucuran air, dan langsung dipraktekkan seluruh peserta.rie-st

Written by Jatengdaily.com

Kunjungi Bawaslu Sragen, Komisi A Sorot Kesiapan Panwascam

Forwan Sayangkan Sikap Lesti Mencabut Laporan KDRT