By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dari Purbalingga ke Mandalika
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Dari Purbalingga ke Mandalika

Last updated: 18 April 2022 22:04 22:04
Jatengdaily.com
Published: 18 April 2022 22:03
Share
SHARE

Oleh Pandu Adi Winata
ASN pada BPS Purbalingga

TONG kosong nyaring bunyinya, begitulah kata pepatah. Namun di Purbalingga, tong kosong bisa “krang-krang” bunyinya, karena sebuah tong atau drum bisa dimanfaatkan oleh para pengrajin untuk membuat knalpot. Purbalingga memang sudah terkenal sebagai sentra produksi knalpot di Jawa Tengah, bahkan untuk memperkuat identitas tersebut, dibuatlah ikon knalpot di pusat kota Purbalingga. Awal mula Purbalingga menjadi sentra knalpot sudah dimulai semenjak tahun 1970-an. Daerah seperti Dusun Sayangan, Kelurahan Purbalingga Lor menjadi perintis sentra knalpot Purbalingga.

Dimulai dari industri logam bahan seng dan drum untuk pembuatan peralatan rumah tangga. Kemudian ada yang melakukan inovasi dengan membuat knalpot motor dan mobil pada tahun 1980-an yang ternyata justru berkembang. Karena perkembangan yang cukup baik itulah, pada tahun 1990-an, industri kecil itu mulai menyebar ke daerah sekitarnya dan hingga saat ini kurang lebih ada 600-an pengrajin knalpot.

Secara model dan bentuk, knalpot yang diproduksi oleh masing-masing unit usaha itu berbeda-beda. Namun secara umum ada dua jenis knalpot yang diproduksi, yaitu knalpot mobil dan knalpot sepeda motor. Jenis produk knalpot bisa juga dibedakan menjadi knalpot variasi dan knalpot standar. Adapun bahan baku yang digunakan untuk pembuatan knalpot, baik mobil maupun motor, secara umum hampir sama, yaitu plat besi standar maupun plat drum, plat galvanis, plat stainless, pipa, asbes, karbit dan oksigen untuk pengelasan, cat serta krom yang dipakai dalam pelapisan logam.

Bahan baku pembuatan knalpot biasa diperoleh dari pengepul maupun langsung dari tokonya, tergantung kebutuhan pengrajin yang disesuaikan dengan modal yang ada. Pengrajin yang memerlukan bahan baku banyak tentunya akan lebih memilih membeli langsung dari tokonya dengan pertimbangan margin harga yang cukup banyak apabila dibandingkan dengan membeli langsung di tempat pengepul. Berbeda dengan pengrajin yang mempunyai keterbatasan modal dan aktivitas produksi yang tidak terlalu besar, akan cenderung membeli di tempat pengepul.

Sebagai industri yang sudah bercokol cukup lama, tentu saja industri knalpot sedikit banyak ikut mewarnai perekonomian Purbalingga. Dalam kiprahnya, Purbalingga yang selama ini memang terkenal dengan industri bulu mata dan rambu palsu, turut “mengantarkan” sektor industri pengolahan menjadi sektor yang paling dominan dalam struktur PDRB Purbalingga tahun 2021, dengan persentase 28,07 persen. Persentase yang dominan tersebut sejatinya memang bukan karena peranan industri knalpot saja, namun setidaknya memberikan indikasi bahwa semarak industri knalpot memang begitu melekat di Purbalingga.

Jika dilihat dari “pemain” yang ikut bergulat dalam sektor Industri, data BPS Purbalingga dari survei Sakernas 2020 menunjukkan bahwa dari total jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, sebanyak 32,78 persen atau 153.996 orang berkecimpung di dunia industri pengolahan. Dari 153.996 orang tersebut bila dilihat dari komposisi gender, ada 55 persen laki dan 45 persen perempuan. Bila dibandingkan dengan sektor lain, persentase sebanyak 32,78 persen itu terbilang tinggi. Oleh sebab itu sektor industri betul-betul menjadi salah satu urat nadi perekonomian Purbalingga.

Gairah sektor industri Purbalingga termasuk di dalamnya industri knalpot, tak menafikan bahwa industri ini berjalan mulus-mulus saja, tanpa hambatan dan rintangan, apalagi industri knalpot di Purbalingga ini sebagian besar masih dalam taraf usaha kecil. Di mana umumnya penyebab kurang berkembangnya usaha kecil, bisa muncul dari faktor internal maskudnya penyebab itu timbul karena faktor yang melekat pada ciri usaha kecil itu sendiri, seperti pasar produknya yang terbatas (lokal), modal terbatas, lokasi usaha kurang strategis, serta kemampuan kewirausahaan yang terbatas.

Adapun pada industri knalpot Purbalingga, setidaknya salah satu kendala adalah pada pemasaran. Meskipun selama ini daerah pemasaran sudah dirambah mulai dari lokal dalam kabupaten, luar kabupaten, luar provinsi bahkan sampai luar negeri. Namun demikian kendala dalam hal pemasaran masih menjadi hambatan dalam perkembangan usaha karena mereka belum mempunyai pasar yang tetap dalam arti masih menunggu pesanan dan tidak secara rutin pemasaran dilakukan ke daerah-daerah yang dituju.

Pemasaran melalui online sudah dilakukan oleh para pengusaha, meskipun demikian pemasaran secara online punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah dapat menjangkau lebih luas lagi calon konsumen. Namun di sisi lain, bisa terjadi perang harga antar pengusaha yang justru pengusaha mendapatkan profit yang tidak seberapa. Dari sini perlu kesepakatan antar pengusaha untuk menetapkan harga eceran terendah untuk setiap produk dengan kualitas yang sepadan.

Produk yang bagus bila tidak dilakukan promosi dan pengenalan produk ke konsumen, pada akhirnya juga tidak akan banyak dilirik. Oleh sebab itu perlu dilakukan promosi yang lebih intens ke konsumen maupun dunia usaha. Terobosan yang dilakukan pemerintah untuk lebih mendongkrak industri knalpot melalui kegiatan expo, layak diapresiasi.

Salah satu produsen knalpot Purbalingga tampil dalam Expo UMKM, dalam rangka memeriahkan Moto GP 2022, di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB. Di mana Expo UMKM ini, diikuti 197 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia, untuk kategori otomotif, merchandise, souvenir, healthy, dan produk unggulan lainnya. Keikutsertaan produsen knalpot pada pameran-pameran berikutnya, diharapkan berdampak pada produk knalpot Purbalingga agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas dan lebih banyak terserap oleh pasar otomotif. Jatengdaily.com-st

You Might Also Like

Tantangan Penulis Indonesia di Tahun 2025
Konsumsi Rumah Tangga di Jawa Tengah saat Pandemi
Perilaku Deteksi Dini ‘Sadari’ Masih Rendah, Salahnya Dimana?
Sertifikasi Halal, MES, dan UMKM Baru
Merdeka dari Corona, Kita Bisa
TAGGED:Dari Purbalingga ke MandalikaPurbalingga menjadi sentra knalpotsemenjak tahun 1970 an
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?