By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kementan Antisipasi Hama dan Perubahan Iklim di Boyolali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kementan Antisipasi Hama dan Perubahan Iklim di Boyolali

Last updated: 27 Januari 2022 08:38 08:38
Jatengdaily.com
Published: 27 Januari 2022 08:38
Share
Ilustrasi. Petani sedang melakukan penyemprotan pupuk di sawah. Foto: Pemkab Boyolali
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com)– Kementerian Pertanian mengajak para petani di Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Gerakan Penanganan (Gernang) Dampak Perubahan Iklim (DPI) sebagai antisipasi gangguan hama dan perubahan iklim.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI Mohammad Takdir Mulyadi mengungkapkan, Gerdal OPT dilaksanakan secara ramah lingkungan dengan menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH). Di samping itu, dalam rangka mengantisipasi dampak La Nina berupa curah hujan yang berlebihan, pihaknya melakukan Gernang DPI dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk pendampingan dari TNI.

“Boyolali yang merupakan salah satu kawasan penyumbang untuk pangan nasional khususnya Jawa Tengah ini dapat mereplikasi kegiatan ini di semua kecamatan, terutama dalam hal penggunaan bahan bahan ramah lingkungan dan selalu secara rutin melakukan pendampingan dalam rangka untuk penanganan dampak perubahan iklim,” katanya saat kegiatan pengamanan produksi tanaman pangan dari hama dan dampak perubahan iklim di Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Rabu (26/1/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Bambang Jiyanto menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan gerakan pengendalian hama penyakit dengan memanfaatkan tanaman refugia. Tanaman tersebut dipercaya bisa menekan populasi hama penggerek batang padi.

“Agar mengikuti apa yang kita lalukan hari ini. Kita harus cepat mengamati gejala gejala yang timbul di tanaman padi, kemudian menanam refugia di sekitar pertanian agar hama penyakit itu hinggapnya di refugia tersebut sehingga tanaman padi kita menjadi aman,” ungkapnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Boyolali tercatat terdapat tujuh hektare lahan pertanian yang diserang hama penggerek batang, dan 12 hektare lahan pertanian diserang hama tikus. Akan tetapi, karena serangan hama tersebut masih tergolong ringan, dampak yang ditimbulkan tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi. Terbukti dengan produktivitas di masa tanam (MT) 1 masih tinggi yakni 68,72 kw/ha.

Pada tahun 2021, produksi gabah kering di Kabupaten Boyolali ditarget 295.751 ton dan terealisasi sebesar 292.796 ton. Sehingga Kabupaten Boyolali masih mampu mencapai surplus beras sebanyak 46.475 ton. she

You Might Also Like

Unissula Dorong Mahasiswa & Dosen Manfaatkan Kecanggihan Teknologi untuk Riset
Elektro Unissula Beri Pembelajaran Daring bagi Guru TK & SD
Generasi Z Efektif Sosialisasikan Anti Merokok
Piala Asia, Timnas Indonesia U-20 Kalah dari Irak
35 DPC Partai Gerindra Jateng Bulat Dukung Prabowo Lagi
TAGGED:Antisipasi HamaboyolaliKementan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?