DEMAK (Jatengdaily.com) – Peningkatan peran kader kesehatan intensif dilakukan Puskesmas Guntur II. Salah satunya melalui pelatihan kader jumantik, seperti dilaksanakan di Desa Gaji, yang dimaksudkan memutus mata rantai penularan vektor demam berdarah dengue (DBD) melalui metode problem based learning (BPL).
Kepala Puskesmas Guntur II Arief Setiawan SKM MM didampingi Ka Subbag TU Puskesmas Guntur II Maemonah SKM MM menjelaskan, penyakit DBD sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Demak. Alasannya, jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.
Seperti terjadi di wilayah kerja Puskesmas Guntur II, yang merupakan wilayah endemik dengan kasus DBD. Sehingga selain sebagai pemantau jentik, kader jumantik juga diharapkan berperan juga sebagai edukator masyarakat.
“Masyarakat yang teredukasi kader jumantik puskesmas nantinya diharapkan mampu terlibat aktif sebagai jumantik mandiri di rumah masing-masing,” tuturnya, Senin (18/4).
Pelatihan kader jumantik oleh Programmer Sanitarian Puskesmas Guntur II Fika Hariyanti SKM dilaksanakan pada akhir Maret lalu di Balai Desa Gaji diikuti 30 peserta perwakilan setiap RW. Turut hadir memberikan support, Kepala Desa Gaji Kecamatan Guntur Dwi Ari Bowo.
Adapun materi tak hanya disampaikan langsung melalui ceramah, agar efektif juga menggunakan metode role play, diskusi, dan praktik. “Hasil pelatihan menunjukkan tingkat pengetahuan peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan. Hal itu terlihat dari hasil analisis bivariate pada tingkat pengetahuan kader jumantik tentang teknik komunikasi pada pre dan post pelatihan,” ujarnya.
Sedangkan dalam pelatihan teknik komunikasi bagi kader jumantik, perlu digunakan metode lain agar berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peran kader. Selain itu, juga perlu dilakukan kegiatan pelatihan teknik komunikasi untuk semua kader jumantik serta pelatihan lanjutan bagi kader jumantik yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya.
Sebab target dari pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan komunikasi kader jumantik. Utamanya dengan metode praktik langsung sebagai edukator masyarakat di wilayah tugas masing-masing. rie-st


